Kiper anyar Barcelona, Joan Garcia, langsung menancapkan pengaruh besar di bawah mistar gawang pada musim ini. Kehadirannya membawa Blaugrana kembali ke jalur persaingan individu paling prestisius bagi penjaga gawang di La Liga, yakni Trofi Zamora.
Keputusan Garcia meninggalkan Espanyol pada musim panas lalu sempat memicu kontroversi. Namun, langkah berani tersebut justru menjadi titik balik dalam kariernya di level tertinggi. Dalam waktu singkat, Garcia berhasil mengamankan status sebagai kiper utama tim asuhan Hansi Flick. Performa konsistennya kini membuat namanya masuk dalam daftar terdepan perebutan Trofi Zamora musim ini.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Statistik Impresif Garcia di Balik Garis Pertahanan Tinggi Barcelona
Mureks mencatat bahwa Garcia mencatatkan statistik yang menonjol sepanjang paruh pertama musim 2025/2026. Ia hanya kebobolan sembilan gol dari 12 penampilan di La Liga, dengan rata-rata 0,75 gol per laga. Catatan tersebut terasa semakin istimewa karena ia bermain di balik garis pertahanan Barcelona yang sangat tinggi. Ketenangan dan refleks cepatnya kerap meredam risiko yang muncul dari strategi tersebut.
Di antara para pesaingnya, hanya kiper Villarreal, Luiz Junior, yang memiliki rerata kebobolan lebih baik. Namun, Luiz Junior telah memainkan satu pertandingan lebih banyak dengan jumlah kebobolan yang sama. Satu clean sheet menjadi pembeda tipis dalam persaingan papan atas ini. Situasi ini menjaga persaingan tetap terbuka memasuki paruh kedua musim.
Nama-nama besar seperti Thibaut Courtois dari Real Madrid dan Jan Oblak dari Atletico Madrid berada di belakang Garcia dalam hitungan kebobolan per laga. Meski demikian, persaingan masih panjang mengingat separuh musim belum dimainkan.
Syarat Trofi Zamora dan Tantangan Derbi Katalunya
Di balik peluang besar tersebut, terdapat syarat ketat untuk meraih Trofi Zamora. Seorang kiper wajib tampil minimal 28 laga liga agar dinyatakan sah sebagai penerima penghargaan. Garcia sempat kehilangan beberapa pertandingan akibat cedera pada musim lalu. Kondisi itu membuat marginnya sangat tipis hingga akhir kompetisi.
Jika tampil di seluruh laga tersisa, ia akan mengoleksi 32 penampilan liga. Artinya, ia hanya boleh absen maksimal empat pertandingan lagi sepanjang musim. Setiap cedera tambahan akan menjadi ancaman serius bagi ambisinya. Namun, kepercayaan pelatih Hansi Flick dan kondisi fisik terkini memberi sinyal positif.
Laga terdekat menghadirkan ujian emosional bagi sang kiper. Ia akan menghadapi mantan klubnya, Espanyol, dalam derbi Katalunya yang dipastikan berjalan panas pada Sabtu, 4 Januari 2026, pukul 03.00 WIB. Pertandingan tersebut bukan sekadar soal gengsi regional. Bagi Garcia, laga itu menjadi momen pembuktian lanjutan atas pilihannya dan langkah besar bersama Barcelona.






