Tim Nasional Maroko kembali menunjukkan dominasinya di kancah sepak bola Afrika. Pada Piala Afrika 2025, skuad berjuluk The Atlas Lion ini berhasil keluar sebagai juara Grup A dengan koleksi 7 poin. Raihan tersebut didapat dari dua kemenangan atas Komoro (2-0) dan Zambia (3-0), serta satu hasil imbang 1-1 melawan Mali.
Prestasi ini menandai kali kedelapan Maroko memuncaki klasemen fase grup sepanjang sejarah partisipasi mereka di Piala Afrika. Namun, dari delapan kesempatan tersebut, Maroko baru sekali berhasil mengangkat trofi juara. Lantas, bagaimana rekam jejak Maroko dalam tujuh edisi sebelumnya saat mereka menjadi juara grup?
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
1. Juara Grup dan Kampiun Piala Afrika 1976
Debut Maroko di Piala Afrika terjadi pada 1972, namun mereka gagal lolos dari fase grup. Setelah absen pada edisi 1974, Maroko kembali berlaga di Ethiopia pada 1976. Mereka berhasil memuncaki grup setelah bermain imbang 2-2 dengan Sudan, menang 1-0 atas Zaire, dan menundukkan Nigeria 3-1.
Format Piala Afrika 1976 cukup unik, hanya diikuti delapan tim yang dibagi menjadi dua grup. Dua tim teratas dari masing-masing grup kemudian melaju ke fase grup kedua. Di fase ini, Maroko tampil perkasa dengan mengalahkan Mesir dan Nigeria masing-masing 2-1, serta bermain imbang 1-1 dengan Guinea. Hasil ini mengantarkan Maroko meraih gelar juara Piala Afrika satu-satunya hingga saat ini.
2. Tuan Rumah 1988, Kalah di Perebutan Tempat Ketiga
Pada 1988, Maroko mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Piala Afrika untuk pertama kalinya. Mereka kembali menjadi juara Grup A, meskipun hanya meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang. Maroko mengalahkan Aljazair 1-0, serta ditahan imbang Zaire 1-1 dan Pantai Gading 0-0.
Langkah Maroko terhenti di semifinal setelah takluk 0-1 dari Kamerun, yang merupakan runner-up Grup B. Di laga perebutan tempat ketiga, Maroko kembali harus mengakui keunggulan Aljazair setelah kalah dalam drama adu penalti.
3. Terhenti di Perempat Final Piala Afrika 1998
Setelah absen di dua edisi beruntun (1990, 1994, dan gugur di fase grup 1992), Maroko kembali berpartisipasi pada Piala Afrika 1998 di Burkina Faso. Turnamen ini diikuti 16 tim. Maroko berhasil menjuarai Grup D dengan hasil imbang 1-1 melawan Zambia, kemenangan 3-0 atas Mozambik, dan menundukkan Mesir 1-0.
Namun, perjalanan Maroko harus berakhir di perempat final setelah dikalahkan Afrika Selatan dengan skor 1-2.
4. Runner-up Piala Afrika 2004
Setelah dua edisi berturut-turut gagal lolos dari fase grup (2000 dan 2002), Maroko kembali mencapai fase gugur di Piala Afrika 2004. Mereka menjuarai Grup D berkat kemenangan 1-0 atas Nigeria, 4-0 atas Benin, dan hasil imbang 1-1 dengan Afrika Selatan.
Di perempat final, Maroko menyingkirkan Aljazair 3-1 melalui babak tambahan waktu. Mereka kemudian melaju ke final setelah membantai Mali 4-0 di semifinal. Sayangnya, Maroko gagal meraih gelar juara setelah kalah 1-2 dari tuan rumah Tunisia.
5. Kalah Adu Penalti dari Benin di 16 Besar Piala Afrika 2019
Piala Afrika 2019 di Mesir menjadi edisi pertama yang diikuti 24 tim. Maroko tergabung di Grup D dan berhasil memuncaki klasemen dengan rekor sempurna, meraih kemenangan 1-0 atas Namibia, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.
Namun, di babak 16 besar, Maroko harus menelan pil pahit setelah kalah adu penalti dari Benin. Pertandingan berakhir 1-1 di waktu normal, dan Maroko sempat memiliki peluang emas untuk memenangkan laga di menit 90+6 melalui penalti. Sayangnya, Hakim Ziyech gagal mengeksekusi tendangan tersebut.
6. Lolos Fase Grup 2021, Terhenti di Perempat Final
Maroko kembali menjadi juara grup di Piala Afrika 2021 yang digelar di Kamerun. Mereka mengamankan posisi puncak Grup C setelah menang 1-0 atas Ghana dan 2-0 atas Komoro, meskipun pada laga terakhir bermain imbang 2-2 dengan Gabon.
Di babak 16 besar, Maroko berhasil mengalahkan Malawi 2-1. Namun, langkah mereka terhenti di perempat final setelah takluk 1-2 dari Mesir melalui babak tambahan waktu.
7. Gugur di 16 Besar Piala Afrika 2023
Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Maroko berhasil menjadi juara grup di Piala Afrika 2023. Tergabung di Grup F, mereka meraih kemenangan 3-0 atas Tanzania, bermain imbang 1-1 dengan Republik Demokratik Kongo, dan kembali menang 1-0 atas Zambia.
Namun, seperti edisi 2019, Maroko kembali gugur di babak 16 besar setelah dibungkam Afrika Selatan 0-2. Pada menit ke-85, Maroko sebenarnya mendapat hadiah penalti yang berpotensi menyamakan kedudukan menjadi 1-1, namun Achraf Hakimi gagal menuntaskan tugasnya.
Secara keseluruhan, Maroko telah berpartisipasi dalam 20 edisi Piala Afrika hingga 2025. Delapan di antaranya berhasil mereka akhiri sebagai juara grup, termasuk pada edisi 2025 di mana mereka bertindak sebagai tuan rumah. Mureks mencatat bahwa hanya satu kali mereka berhasil mengangkat trofi juara, yakni pada tahun 1976. Akankah sejarah terulang dan Maroko mampu meraih gelar kedua pada 18 Januari 2026 mendatang?






