Chelsea resmi memberhentikan Enzo Maresca dari kursi pelatih kepala pada Kamis, 1 Januari 2026. Keputusan mengejutkan ini diambil manajemen The Blues di awal tahun, meski Maresca masih terikat kontrak jangka panjang hingga 2029.
Performa tim yang kurang memuaskan dalam beberapa pertandingan terakhir menjadi pemicu utama. Tercatat, Chelsea hanya mampu meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di Liga Inggris.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Manajemen berharap perubahan ini dapat mendongkrak performa tim. “Dengan tujuan utama yang masih harus diperjuangkan di empat kompetisi termasuk kualifikasi untuk Liga Champions, Enzo dan Klub percaya bahwa perubahan ini memberi tim peluang terbaik untuk mengembalikan performa mereka di musim ini,” demikian pernyataan resmi Chelsea, seperti yang Mureks catat. Klub juga mendoakan yang terbaik untuk masa depan Maresca.
Saat ini, Chelsea berada di peringkat kelima klasemen Premier League, tertinggal 15 poin dari pemuncak klasemen Arsenal. Di Liga Champions, mereka menempati peringkat ke-13 babak penyisihan dengan dua laga tersisa, dan masih memiliki peluang untuk lolos ke babak gugur. Selain itu, The Blues juga akan menghadapi Charlton Athletic di babak ketiga Piala FA dan telah melaju ke semifinal Carabao Cup musim ini.
Sejumlah media Inggris, menurut pantauan tim redaksi Mureks, melaporkan bahwa selain hasil pertandingan yang buruk, pemecatan ini juga didorong oleh hubungan yang kurang harmonis antara Maresca dan klub. Setelah kemenangan atas Everton pada pertengahan Desember, Maresca sempat melontarkan komentar samar mengenai “48 jam terburuk” yang dialaminya di klub. Ia juga menyatakan bahwa banyak pihak di klub tidak mendukungnya.






