Olahraga

Fabio Capello Peringatkan AC Milan: Christian Pulisic Tak Selalu Bisa Jadi Penyelamat Tunggal

Pelatih legendaris Fabio Capello melontarkan peringatan keras kepada AC Milan terkait ketergantungan mereka yang berlebihan terhadap bintang asal Amerika Serikat, Christian Pulisic. Menurut Capello, Pulisic, yang dijuluki ‘Captain America’, ‘tidak selalu bisa menyelamatkan’ Rossoneri dari kesulitan, terutama dalam perburuan gelar Serie A.

Pemain internasional Amerika Serikat itu memang menunjukkan performa impresif musim ini. Meskipun sempat dihantam cedera, Pulisic telah mencetak delapan gol di Serie A dan mencapai dua digit gol di semua kompetisi, menempatkannya dalam persaingan ketat perebutan Sepatu Emas.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Mureks mencatat bahwa Pulisic kini hanya terpaut satu gol dari striker Inter Milan, Lautaro Martinez, yang memimpin daftar pencetak gol terbanyak Serie A pada awal Januari 2026. Martinez, pemenang Piala Dunia asal Argentina, adalah striker tengah yang lebih berpengalaman di sepertiga akhir lapangan.

Ketergantungan Milan pada Pulisic Disorot

Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Capello ditanya mengenai siapa yang akan menjadi pencetak gol terbanyak Serie A pada akhir musim 2025/26. Ia menyebut beberapa nama, termasuk pemain pinjaman Napoli Rasmus Hojlund, playmaker Roma Matias Soule, dan sensasi Juventus Kenan Yildiz.

Capello menyatakan, “Lautaro adalah pemain yang rutin mencetak gol penting, jadi mudah menjawab dengan kapten Inter. Namun, saya juga sangat terkesan dengan Hojlund, yang sedang dalam performa sensasional dan dapat meyakinkan Antonio Conte tentang kembalinya Lukaku.”

Mantan pelatih Milan itu kemudian menyoroti situasi di San Siro. “Sedikit lebih ke belakang, saya melihat striker-striker dari Milan, Juventus dan Roma. Rossoneri terlalu bergantung pada Pulisic, terutama tanpa [Rafael] Leao, tapi pemain Amerika itu tidak selalu bisa menyelamatkan rekan-rekannya dari masalah,” tegasnya.

Ia menambahkan pandangannya tentang talenta muda. “Yildiz adalah bakat hebat, dia menemukan konsistensi yang luar biasa dalam gol dan assist, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa dia masih sangat muda. Akhirnya, Soule memiliki 11-12 gol di bawah sabuknya, tetapi dia belum menjadi penentu dalam pertandingan besar.”

Fleksibilitas Pulisic di Lapangan

Sebelumnya, Capello juga pernah memuji nilai Pulisic bagi Rossoneri dan bagaimana mereka bisa memanfaatkannya. “Pulisic benar-benar bisa bermain di mana saja; dia bahkan terlihat sempurna dalam perannya saat ini dalam formasi 3-5-2. Dia bergerak dengan baik, memiliki kualitas dan kecepatan dan membuat pergerakan vertikal. Saya merasa bahwa memulai dari posisi sentral lebih cocok untuknya. Dia menjadi lebih berbahaya ketika bebas bergerak,” ujarnya.

Peluang Milan dalam Perburuan Scudetto

Pulisic sendiri terus menunjukkan performa mengesankan saat fit, dengan Milan berupaya membantunya menambah koleksi medali. Setelah meraih kejayaan Supercoppa Italiana musim lalu, kini ia memusatkan perhatian pada mahkota Serie A.

Capello menambahkan pandangannya mengenai perburuan gelar, di mana Milan diuntungkan oleh absennya kompetisi Eropa di pertengahan pekan. “Massimiliano Allegri selalu memiliki waktu libur minggu ini untuk memfokuskan para pemainnya pada satu tujuan, setelah juga tersingkir dari Coppa Italia,” jelasnya.

Ia melanjutkan, “Di bagian pertama musim ini, Milan mengalami beberapa penurunan konsentrasi melawan tim-tim kecil, tetapi saya mengharapkan Max, memanfaatkan jadwal yang ‘lebih ringan’ dibandingkan dengan pesaing mereka, untuk memperbaiki situasi. Dan Anda dapat melakukan ini jika Anda memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan tidak hanya secara taktis, tetapi terutama secara psikologis untuk setiap pertandingan.”

Capello juga menyoroti dampak kompetisi piala. “Ada satu aspek lain yang tidak boleh diremehkan: kompetisi piala, selain energi fisik dan terutama mental, terkadang menguras semangat. Hasil buruk atau eliminasi, misalnya, juga dapat menimbulkan konsekuensi negatif pada kampanye liga, karena membuat seluruh suasana menjadi lebih membebani.”

Masa Depan Kontrak Pulisic

AC Milan tentu berharap dapat mempertahankan persaingan gelar pada musim 2025/26 ini, sebagai upaya meyakinkan Pulisic bahwa klub bergerak ke arah yang benar. Kehadiran Pulisic yang menjadi ‘talismanik’ di San Siro telah menunda penandatanganan kontrak baru bagi pemain berusia 27 tahun itu.

Perbincangan kontrak baru dikabarkan telah dijadwalkan pada musim semi mendatang. Rossoneri optimistis kesepakatan dapat tercapai, namun mereka perlu menyesuaikan ambisi dari seorang pemain yang akan memimpin negaranya di Piala Dunia di kandang sendiri pada musim panas ini.

Mureks