Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mendesak adanya revisi jadwal pertandingan Super League menyusul bentroknya agenda domestik dengan partisipasi timnya di AFC Champions League (ACL) 2. Hodak khawatir jadwal yang padat dapat memengaruhi performa timnya di kancah Asia.
Persib Bandung dijadwalkan bertandang ke markas Borneo FC Samarinda dalam laga pekan ke-21 Super League 2025/26. Pertandingan krusial ini akan digelar di Stadion Segiri, Samarinda, pada 16 Februari 2026. Namun, tanggal tersebut sangat mepet dengan jadwal Babak 16 Besar ACL 2.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Dalam agenda ACL 2, skuad berjuluk Maung Bandung akan menghadapi klub Thailand, Ratchaburi, dalam dua leg. Leg pertama akan dimainkan tandang pada 11 Februari, sementara leg kedua akan berlangsung di kandang Persib pada 18 Februari. Ini berarti, leg kedua ACL 2 hanya berselang dua hari setelah laga tandang Persib melawan Borneo FC.
“Kami sedang fokus mengajukan penjadwalan ulang di liga, karena ada periode di mana kami harus memainkan tiga pertandingan dalam dua pekan,” kata Pelatih Persib Bojan Hodak, dikutip dari laman klub. Menurut Mureks, situasi ini memang menuntut penyesuaian agar tim bisa tampil optimal di semua kompetisi.
Bojan Hodak menegaskan keyakinannya bahwa jadwal yang ideal akan memperbesar peluang Persib untuk terus melaju di ACL 2. Ia berjanji timnya akan tampil maksimal jika penyesuaian jadwal Super League dapat dilakukan. Pelatih asal Kroasia itu mengungkapkan kekhawatirannya jika tim harus menghadapi kelelahan akibat laga tandang Super League yang diikuti langsung oleh laga penentuan ACL 2.
“Jika penyesuaian ini bisa dilakukan, saya percaya peluang kami untuk lolos ke babak berikutnya sangat terbuka. Ada banyak hal positif yang bisa kami ambil,” ujar Bojan Hodak, optimistis.






