Kabar duka menyelimuti dunia musik dangdut Tanah Air. Istri tercinta penyanyi senior Mansyur S, Rosyida binti Ismail, telah meninggal dunia pada Senin, 5 Januari 2026. Almarhumah mengembuskan napas terakhir di usia 75 tahun setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Mansyur S, yang kini berusia 77 tahun, mengungkapkan bahwa sang istri sempat mengalami penurunan drastis kadar gula darahnya. “Terakhir ada drop gula. Jadi pada saat kemarin dirawat ada dua minggu, gulanya drop ke angka 46. Memang dari awal sudah ada gula, tapi ternyata tidak terkontrol,” ujar Mansyur S dengan nada lirih saat ditemui di rumah duka di Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (5/1/2026).
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Pelantun lagu “Zubaedah” itu mengaku telah berupaya memberikan perawatan terbaik bagi belahan jiwanya. Meski demikian, ia ikhlas menerima takdir kepergian sang istri. “Apa pun ini memang sudah kullu nafsin dza’iqatul maut. Semua orang bakal kembali ke haribaan Illahi,” tuturnya.
Rasa kehilangan yang mendalam tak dapat disembunyikan Mansyur S. Ia mengenang 56 tahun kebersamaan mereka. “Secara pribadi saya merasa kehilangan, karena 56 tahun dia mendampingi saya sampai dengan sekarang,” ungkapnya.
Berbagai kenangan manis bersama almarhumah masih terekam jelas dalam ingatan Mansyur S. Salah satu momen yang tak terlupakan adalah hari pernikahan mereka pada tahun 1970. “Jam 8 malam itu saya sudah dijemput untuk nyanyi. Kasihan, ditinggal dia nangis, ditinggal sama suaminya yang lagi di pelaminan. Itu satu yang enggak bisa saya lupa,” kenangnya.
Bagi Mansyur S, Rosyida adalah sosok istri salihah yang selalu ia dambakan. “Saya mendambakan istri yang salihah dan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Alhamdulillah saya dapati dari almarhumah,” katanya. Ia juga mengaku sangat merindukan masakan sang istri. “Satu hal yang terakhir yang enggak pernah saya lupa, saya kangen sama masakan beliau. Luar biasa masakan dia,” imbuhnya.
Mureks mencatat bahwa Mansyur S sempat mendampingi istrinya di saat-saat terakhir. Ia menceritakan momen haru sebelum Rosyida mengembuskan napas terakhir. “Saya pegang kepalanya, saya sempat juga cium keningnya, langsung dia… dia usai,” ucapnya sambil menahan isak tangis.
Mewakili keluarga, Mansyur S memohon doa dan permohonan maaf atas segala kekhilafan mendiang istrinya. “Mudah-mudahan istri tercinta mendapat tempat yang layak di sisi Allah, dilapangkan kuburnya, diampuni segala kekhilafannya, dan husnul khatimah,” pungkas Mansyur S penuh harap.






