Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, dilanda banjir rob setinggi 15 sentimeter pada Jumat (2/1/2026). Genangan air yang merendam kawasan Tugu Arsa ini sempat menimbulkan kekhawatiran warga. Namun, respons cepat dari petugas gabungan berhasil mengatasi situasi tersebut.
Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim, menjelaskan bahwa penanganan banjir melibatkan 20 personel gabungan. “Ketinggian banjir mencapai 15 sentimeter (cm). Ada 20 personel yang berupaya menyedot banjir menggunakan mesin pompa,” ujar Muslim di Jakarta, Jumat.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Ia menambahkan, pengerahan personel dilakukan segera setelah laporan dari warga diterima. “Begitu mendapat laporan, kami langsung menurunkan 20 personel gabungan dari PPSU, Sudin SDA, dan Sudin Gulkarmat untuk melakukan penyedotan air menggunakan mesin pompa,” kata Muslim.
Genangan air yang disedot menggunakan mesin pompa tersebut langsung dialirkan kembali ke laut. Langkah sigap ini diambil untuk memastikan aktivitas warga tidak terganggu dan genangan tidak berlarut.
“Alhamdulillah, penanganan berjalan lancar dan saat ini genangan di Tugu Arsa sudah berhasil ditangani. Kondisi aman dan terkendali,” tegas Muslim, memastikan situasi di lokasi telah kembali normal.
Peringatan Dini dan Antisipasi Banjir Rob
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir atau rob. Menurut Mureks, peringatan ini berlaku selama sepekan, mulai 30 Desember 2025 hingga 7 Januari 2026. Warga di pesisir utara Jakarta diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam pasang laut tertinggi.
BPBD mencatat, periode rawan rob diprediksi terjadi pada pagi hingga siang hari, sekitar pukul 06.00–12.00 WIB, seiring pasang maksimum air laut di wilayah pesisir.
Menyikapi peringatan tersebut, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah menyiagakan sejumlah mesin pompa. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara, Heria Suwandi, menyatakan kesiapan penuh. “Dalam mengantisipasi cuaca ekstrem ini, dipastikan pompa mobile ditempatkan mulai 30 Desember 2025 sampai 7 Januari 2026,” kata Heria Suwandi di Jakarta, Jumat.
Ia merinci penempatan pompa-pompa tersebut, antara lain dua unit Indopump di Rumah Pompa Stasioner Muara, dua unit HSP 20 dan Inopump Putih di Kali Gendong Muara Angke, serta satu unit HSP 60 di PLTU Muara Karang. Selain itu, ada juga unit pompa di Pelabuhan Sunda, Plusing Ancol, Koyo Cabe Lodan, Jalan Gunung Sahari, Jalan RE Martadinata, Ketel Uap, Marunda Pitung STIP, Ancol Danau, dan HSP 60 Ancol Dermaga 5 Marina. “Pompa-pompa ini disiapkan dalam menghadapi potensi banjir rob,” tegas Suwandi.
Tidak hanya itu, Suku Dinas Perhubungan Kota Jakarta Utara juga turut berperan. Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Jakarta Utara, Rudy Saptari Sulesuryana, memastikan petugasnya akan mengatur arus lalu lintas saat terjadi genangan rob di Jalan RE Martadinata. “Kami pastikan juga petugas di lapangan turut hadir mengatur arus lalu lintas saat terjadi rob,” ujarnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran lalu lintas sekaligus pengamanan bagi petugas SDA yang sedang bertugas.






