Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menyiapkan program strategis sepanjang tahun 2026 untuk memperkuat sektor pariwisata. Langkah ini diambil guna meningkatkan pengalaman wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mengingat masa depan banyak daerah kini bergantung pada industri wisata.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, pada Jumat (2/1/2026) di Tanjungpinang, menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan ke ibu kota Provinsi Kepri tersebut terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data yang dipaparkan, pada tahun 2023 tercatat 57.000 wisatawan mancanegara (wisman) dan 259.000 wisatawan nusantara (wisnus). Angka ini kemudian berkembang pada tahun 2024 dengan 54.000 wisman dan 592.000 wisnus. Puncaknya pada tahun 2025, jumlah wisman mencapai 60.000 dan wisnus menembus 639.000.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
“Data ini hanya menghitung wisatawan yang masuk melalui Tanjungpinang, belum termasuk akses dari Batam dan Lagoi-Bintan,” kata Lis, menegaskan bahwa potensi sebenarnya bisa lebih besar.
Lis menambahkan, Pemerintah Kota Tanjungpinang bersama para pemangku kepentingan berkomitmen penuh untuk mengevaluasi setiap aspek pengalaman wisatawan. Evaluasi ini mencakup berbagai elemen, mulai dari transportasi, kualitas pelayanan, peran agen perjalanan, hingga fasilitas wisata yang tersedia. Sebagai bagian dari upaya ini, Pemkot berencana mengundang agen perjalanan dari Singapura serta pengelola wisata lokal dalam sebuah acara gala dinner. Acara tersebut bertujuan untuk menampung masukan langsung dari para pengunjung, khususnya mengingat sebagian besar wisatawan berasal dari Singapura dan Malaysia.
Mureks mencatat bahwa beberapa keluhan telah diterima dari wisatawan. Keluhan tersebut antara lain pembatasan membawa hasil tangkapan bagi penggemar memancing, keterbatasan transportasi di area pelabuhan, serta isu akses bagi wisatawan yang memiliki langganan atau sering berkunjung. Menanggapi hal ini, Lis Darmansyah menyatakan, “Kami akan berkoordinasi dengan Pelindo, Bea Cukai, dan pihak terkait untuk menata pengaturan dan mempermudah akses, sehingga wisatawan merasa nyaman, baik saat kedatangan maupun kepulangan.”
Selain itu, Pemkot Tanjungpinang juga telah menyusun kalender event pariwisata dan olahraga yang disesuaikan dengan hari libur wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Hal ini dilakukan karena kedua negara tersebut merupakan sumber utama kunjungan wisatawan ke Tanjungpinang. Beberapa event berskala internasional yang akan digelar pada tahun 2026 meliputi Dragon Boat Race dan Festival Sungai Carang, yang direncanakan akan melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia hingga Brunei Darussalam.
Program pembenahan fasilitas juga menjadi prioritas utama. Pemkot akan membenahi fasilitas kuliner, transportasi, dan objek wisata secara menyeluruh agar pengalaman wisatawan menjadi lebih positif. Program pembenahan ini akan terus berjalan sepanjang tahun 2026, termasuk perbaikan sistem secara komprehensif.
Wali Kota Lis Darmansyah menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan pariwisata. “Selama ini wisatawan mungkin dianggap bergerak begitu saja, tapi tidak. Dibutuhkan kerja sama dan penyediaan fasilitas serta infrastruktur pendukung agar mereka tertarik datang ke Tanjungpinang,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kedatangan wisatawan memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini disebabkan oleh daya beli wisatawan yang cenderung tinggi, memberikan kontribusi positif bagi sektor-sektor ekonomi lokal.






