Internasional

Kyiv Gelap Gulita Akibat Serangan Rusia, DK PBB Gelar Sidang Darurat Bahas Ukraina

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dijadwalkan menggelar sidang darurat pada Senin, 12 Januari 2026, menyusul eskalasi serangan besar-besaran yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina. Pertemuan ini dipicu oleh situasi kritis di ibu kota Ukraina, Kyiv, yang kini menghadapi pemadaman pemanas massal di tengah suhu di bawah nol derajat Celsius.

Wali Kota Kyiv, Vitaliy Klitschko, sebelumnya telah mendesak warganya untuk meninggalkan kota akibat krisis energi yang parah. Separuh dari seluruh bangunan tempat tinggal di Kyiv dilaporkan tanpa pemanas, menciptakan kondisi yang mengkhawatirkan bagi penduduk.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Ukraina Kecam Serangan Rusia sebagai Kejahatan Perang

Duta Besar Ukraina untuk PBB, Andriy Melnyk, dalam suratnya kepada Dewan Keamanan, mengecam keras tindakan Moskow. “Federasi Rusia telah mencapai tingkat kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang mengerikan dengan terornya terhadap warga sipil,” tegas Melnyk, seperti dilansir AFP pada Sabtu (10/1/2026).

Kecaman tersebut semakin menguat setelah Kremlin mengonfirmasi penggunaan rudal balistik Oreshnik dalam serangannya ke Ukraina. Ini adalah kali kedua rudal jenis tersebut diluncurkan sejak konflik dimulai pada Februari 2022. Menurut catatan Mureks, Moskow mengklaim rudal Oreshnik digunakan di wilayah Lviv.

Melnyk menambahkan, “Serangan semacam itu merupakan ancaman serius dan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap keamanan benua Eropa.” Rusia sendiri mengklaim rudal Oreshnik, yang dapat dilengkapi dengan hulu ledak nuklir dan konvensional, tidak mungkin dihentikan oleh sistem pertahanan.

Dukungan Internasional untuk Sidang Darurat

Permintaan Ukraina untuk mengadakan pertemuan darurat DK PBB ini mendapat dukungan signifikan dari enam negara anggota, yakni Prancis, Latvia, Denmark, Yunani, Liberia, dan Inggris. Dukungan ini menunjukkan keprihatinan global terhadap situasi kemanusiaan dan keamanan di Ukraina.

Tim redaksi Mureks merangkum, krisis pemanas di Kyiv menjadi salah satu dampak paling parah dari serangan terbaru, memaksa ribuan warga menghadapi musim dingin yang ekstrem tanpa fasilitas dasar.

Mureks