Nasional

Kurikulum Merdeka: Materi Bahasa Indonesia Kelas 5 Semester 2 Fokus Kembangkan Literasi Kritis Siswa

Materi Bahasa Indonesia kelas 5 semester 2 dalam Kurikulum Merdeka dirancang untuk mengembangkan kemampuan literasi peserta didik secara lebih mendalam. Kurikulum ini menekankan pada keterampilan berpikir kritis, berkomunikasi, serta berkreasi melalui penggunaan bahasa.

Pada tahap ini, siswa tidak hanya diajak untuk memahami isi teks, tetapi juga mampu menilai, menanggapi, dan menyampaikan gagasan secara lisan maupun tulisan. Proses pembelajaran difokuskan agar siswa semakin percaya diri dalam mengemukakan pendapat, mampu bekerja sama dalam diskusi, serta terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Pengembangan Kompetensi Literasi Mendalam

Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 5 semester 2 ini bertujuan untuk membentuk peserta didik yang santun dan runtut dalam berbahasa. Mereka didorong untuk menyampaikan gagasan dengan cara yang terstruktur dan sopan, baik dalam interaksi sehari-hari maupun dalam konteks akademik.

Fokus Utama: Pembelajaran Teks Persuasi

Mureks mencatat bahwa materi Bahasa Indonesia kelas 5 semester 2 Kurikulum Merdeka mencakup beberapa kompetensi penting yang bersumber dari materi semester 2, salah satunya adalah pembelajaran teks persuasi. Dikutip dari laman static.buku.kemdikbud.go.id, dalam materi ini, siswa mempelajari pengertian, tujuan, ciri-ciri, serta struktur teks persuasi yang bertujuan untuk memengaruhi pembaca atau pendengar.

1. Definisi Teks Persuasi

Teks persuasi adalah jenis teks yang bertujuan untuk membujuk, mengajak, atau memengaruhi pembaca atau pendengar agar mengikuti pendapat, saran, atau ajakan yang disampaikan oleh penulis. Teks ini biasanya disertai alasan yang logis dan meyakinkan sehingga pembaca bersedia melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan penulis. Contoh teks persuasi dapat ditemukan pada iklan, poster, pidato, dan surat pembaca.

2. Tujuan Teks Persuasi

Tujuan utama teks persuasi adalah meyakinkan pembaca atau pendengar agar mau menerima dan melakukan ajakan yang disampaikan. Selain itu, teks persuasi juga bertujuan untuk mengubah sikap atau pendapat seseorang, mengajak pembaca melakukan suatu tindakan tertentu, menumbuhkan kesadaran terhadap suatu masalah, serta memberikan saran atau imbauan secara halus dan sopan.

3. Ciri-ciri Teks Persuasi

Teks persuasi memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dari jenis teks lain. Ciri-ciri tersebut meliputi:

  • Adanya ajakan atau bujukan kepada pembaca dengan menggunakan bahasa yang menarik dan meyakinkan.
  • Memuat pendapat penulis yang disertai alasan atau fakta pendukung.
  • Menggunakan kata-kata ajakan seperti ayo, mari, sebaiknya, dan hendaknya.
  • Bertujuan memengaruhi pembaca tanpa paksaan.

4. Struktur Teks Persuasi

Struktur teks persuasi terdiri atas beberapa bagian penting:

  • Pengenalan Isu: Berisi gambaran awal permasalahan yang akan dibahas.
  • Rangkaian Argumen: Memuat pendapat penulis beserta alasan atau fakta pendukung untuk memperkuat gagasan.
  • Ajakan: Berisi dorongan kepada pembaca untuk melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan penulis.
  • Penegasan Kembali: Menekankan ulang ajakan atau pendapat penulis untuk memperkuat pesan.

Kegiatan Praktis dan Kreatif Lainnya

Selain teks persuasi, bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain menulis surat pembaca, membuat iklan dan poster sederhana, serta menyampaikan pidato persuasif secara lisan. Siswa juga mempelajari materi drama atau bermain peran dengan mengenal unsur-unsur drama seperti tokoh, watak, alur, latar, dan dialog.

Melalui kegiatan drama ini, siswa dilatih untuk bekerja sama, memahami karakter, serta mengekspresikan emosi dan peran secara tepat. Materi lain yang tidak kalah penting adalah menulis kreatif, meliputi penulisan pantun, syair, dan cerita fantasi.

Dengan mempelajari seluruh materi tersebut, siswa diharapkan mampu berkomunikasi secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab sesuai dengan tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum Merdeka.

Mureks