Jakarta, Mureks – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti serius fenomena 70 anak yang terpapar penyebaran ideologi kekerasan ekstrem melalui grup daring bernama True Crime Community (TCC). KPAI menegaskan bahwa anak-anak tersebut adalah korban yang membutuhkan perlindungan serta penanganan komprehensif.
“Anak adalah kelompok yang berada dalam fase tumbuh kembang yang rentan, mudah dipengaruhi, belum memiliki kemampuan berpikir yang kritis dan utuh, sehingga mudah terpengaruh konten negatif (kekerasan) di media daring,” ujar Komisioner KPAI, Margareth Aliyatul Maimunah, kepada wartawan pada Kamis (8/1/2026).
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Margareth melanjutkan, “Anak-anak ini adalah korban sehingga membutuhkan perlindungan dan memerlukan upaya-upaya penanganan berbasis pada kepentingan terbaik bagi anak dengan mengedepankan pada upaya pencegahan, edukasi, pemulihan, pendampingan psikososial.”
Upaya Penanganan dan Peran Keluarga
Mureks mencatat bahwa KPAI menggarisbawahi beberapa upaya krusial untuk menangani anak-anak yang telah terpapar ideologi kekerasan ekstrem. Salah satunya adalah penguatan peran orang tua dan keluarga dalam memberikan pengasuhan yang berperspektif literasi digital.
“Mengingat latar belakang anak-anak yang masuk dalam komunitas TCC maka perlu adanya beberapa upaya-upaya. Penguatan support system utama anak dalam hal ini orang tua dan keluarga agar dapat melakukan pengasuhan berkualitas berperspektif literasi digital,” jelas Margareth.
Selain itu, peran satuan pendidikan juga dianggap vital. Lingkungan sekolah yang ramah anak dapat menjadi benteng dalam mencegah paparan kekerasan dan membentuk mental anak yang kuat.
“Penguatan support system di lingkungan terdekat dengan anak, yaitu satuan pendidikan agar dapat melakukan upaya-upata penguatan perlindungan anak di satuan pendidikan dengan mendorong implementasi sekolah ramah anak dan tim satgas pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan,” tambahnya.
KPAI juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memberantas praktik perundungan (bullying) di kalangan anak-anak serta memperkuat perlindungan anak dari berbagai konten negatif di media daring.
“Penguatan perlindungan anak di media daring dari berbagai konten negatif, dalam hal ini kekerasan. Penguatan kolaborasi berbagai pihak terkait dengan penanganan tegas terhadap pemberantasan praktik bullying di kalangan anak-anak,” imbuh Margareth.
Densus 88 Ungkap Jaringan Komunitas Daring
Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri telah mengungkap keberadaan komunitas media sosial yang menyebarkan ideologi kekerasan ekstrem melalui grup True Crime Community. Densus 88 menemukan setidaknya 70 anak di Indonesia terpapar ideologi tersebut.
Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra Eka, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (7/1), menjelaskan karakteristik komunitas ini. “Komunitas ini tidak didirikan oleh tokoh pendiri, organisasi, maupun institusi. Tetapi dia tumbuh secara sporadis seiring dengan perkembangan media digital yang merupakan pertemuan antara minat seseorang terhadap kekerasan, sensasionalisme media, dan ruang digital yang transnasional,” kata Mayndra.
Mayndra tidak merinci jumlah pasti grup media sosial yang dimaksud, namun ia menampilkan beberapa nama grup yang terafiliasi jaringan TCC, seperti FTCI Film True Crime Indonesia, TCC Reborn (True Crime Community), hingga Anarko Libertarian.
Menurut data Densus 88, ke-70 anak yang terpapar tersebar di 19 provinsi. Provinsi dengan jumlah paparan terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Berikut rincian sebaran anak yang terpapar:
| Provinsi | Jumlah Anak |
|---|---|
| DKI Jakarta | 15 |
| Jawa Barat | 12 |
| Jawa Timur | 11 |
| Jawa Tengah | 9 |
| Bali | 2 |
| Banten | 2 |
| Kalimantan Barat | 2 |
| Kalimantan Tengah | 2 |
| Kalimantan Selatan | 3 |
| Sulawesi Tenggara | 2 |
| Lampung | 1 |
| DI Yogyakarta | 1 |
| Nusa Tenggara Timur | 1 |
| Aceh | 1 |
| Sumatera Utara | 1 |
| Kepulauan Riau | 1 |
| Riau | 1 |
| Sumatera Selatan | 2 |
| Sulawesi Tengah | 1 |
Referensi penulisan: news.detik.com






