Internasional

Korea Selatan Umumkan Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Tak Dikenal ke Laut Jepang

Militer Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa Korea Utara (Korut) telah menembakkan rudal balistik tak dikenal ke arah perairan lepas pantai timurnya, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang, pada Minggu (4/1/2026) pagi.

Peluncuran proyektil ini terdeteksi oleh otoritas Korsel dan dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Jepang. Menurut pantauan Mureks, rudal tersebut diperkirakan mendarat di lokasi yang belum ditentukan sekitar pukul 08.08 waktu setempat.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Korea Utara telah meluncurkan rudal balistik tak dikenal ke arah Laut Timur,” kata militer Korsel, merujuk pada perairan yang juga dikenal sebagai Laut Jepang, seperti dilansir AFP.

Insiden ini bukan yang pertama kalinya. Korea Utara terakhir kali melakukan uji coba rudal balistik pada November 2025, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui rencana Korea Selatan untuk membangun kapal selam bertenaga nuklir.

Pyongyang diketahui telah secara signifikan meningkatkan frekuensi uji coba rudalnya dalam beberapa tahun terakhir. Para analis menilai, upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan serangan presisi, menantang AS serta Korsel, dan menguji senjata sebelum berpotensi mengekspornya ke Rusia.

Dalam beberapa minggu mendatang, Pyongyang juga akan menggelar kongres penting partai penguasa, yang merupakan yang pertama dalam lima tahun terakhir. Kebijakan ekonomi, serta perencanaan pertahanan dan militer, kemungkinan besar akan menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut.

Menjelang pertemuan penting itu, pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah memerintahkan perluasan dan modernisasi produksi rudal negara. Ia juga menginstruksikan pembangunan lebih banyak pabrik untuk memenuhi permintaan yang meningkat.

Mureks mencatat bahwa pada Minggu (28/12/2025), media pemerintah Korea Utara melaporkan Kim Jong Un telah mengunjungi fasilitas yang terlibat dalam pembuatan senjata berpemandu taktis. Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) yang dikelola pemerintah menyebutkan bahwa Kim memerintahkan untuk memperluas kapasitas produksi saat ini sebesar 250%.

Mureks