Nasional

Koperasi Ungkap Kuda Andong Malioboro Jatuh Akibat ‘Nervous’, Bukan Kelelahan

Sebuah video yang memperlihatkan seekor kuda andong terjatuh di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, viral di media sosial. Insiden ini memicu beragam spekulasi, namun Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta segera memberikan klarifikasi terkait penyebab kejadian tersebut.

Anggo Setiawan, Pengawas Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada Kamis (1/1) sore. Menurut Anggo, kuda tersebut jatuh bukan karena kelelahan seperti yang dinarasikan di media sosial. Mureks mencatat bahwa klarifikasi ini penting untuk meluruskan informasi yang beredar luas.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

“Itu kuda itu biasa bekerja. Kebetulan itu kudanya kalau lewat (depan) Garuda (Jalan Abu Bakar Ali) sama Sosrowijayan itu kurang nyaman kudanya. Kayak nervous gitu,” kata Anggo melalui sambungan telepon, Jumat (2/1).

Anggo membeberkan kronologi kejadian. Andong yang ditarik oleh dua kuda itu baru saja selesai mengantar penumpang. Lantaran salah satu kuda mengalami nervous, kuda tersebut menendang sekat yang berada di tengah.

“Berhubung itu pakai kuda dua, di tengah-tengah ada sekat sebagai setangnya itu. Nah, kuda sebelah kiri nendang, kaki kanannya melompat kayunya (sekat itu). Jadi kaki belakangnya lompat namanya langkah bum,” jelasnya.

Akibat kaki kanan kuda melompati kayu sekat, kuda tersebut tidak dapat berdiri sempurna. Kusir kemudian turun dari andong untuk mencoba membantu membetulkan posisi kaki kuda. Namun, saat kusir menarik kaki kuda, kuda tersebut justru berlari.

“Pak Kusir ambil sikap. Daripada nanti kalau kecelakaan terus kena apa-apa didoronglah ke kanan berhenti kalau rodanya nabrak trotoar. Alhasil berhenti,” beber Anggo.

Dalam proses memberhentikan laju andong, kuda di sisi kanan yang lebih patuh justru ikut terseret dan terjatuh. “Ibaratnya kegeret (terseret) yang (kuda) sebelah kanan yang nurut itu kegeret. Semuanya itu kudanya nurut nggak ada kelelahan,” tegasnya.

Kondisi kuda dipastikan aman dan tidak mengalami cedera serius. Justru kusir yang mengalami sakit di bagian kepala karena sempat terpental dan beradu dengan kepala kuda. “Kepalanya (kusir) sama kepala kuda beradu. Terus kusirnya pusing itu,” jelas Anggo.

Setiap Kuda Memiliki Sifat Nervous yang Berbeda

Anggo menjelaskan bahwa setiap kuda memiliki sifat nervous atau ketidaknyamanan tersendiri terhadap area atau situasi tertentu. Ia mencontohkan kuda miliknya yang akan merasa nervous saat melintasi perempatan pojok barat Sosrowijayan.

“Kuda itu sendiri-sendiri. Mungkin ada apa, gitu kurang paham,” kata Anggo.

Ia menambahkan, “Karena kuda bisa lihat makhluk tak kasat mata atau mungkin apa. Mungkin di situ (jalan tersebut) pernah lihat atau gimana, kan hafalan, di situ nervous.”

Oleh karena itu, para kusir harus selalu menyesuaikan diri dan memahami karakter kuda mereka, terutama saat melintasi jalur-jalur yang dapat memicu rasa nervous pada kuda. Hal ini penting agar kuda dapat berjalan dengan nyaman dan aman.

“(Ketika nervous) kuda ada yang bingung. Yang satu lari tahu-tahu lari kenceng. Ada yang berhenti, ada yang berhenti sambil belok. Nekuk namanya,” paparnya.

Kuda Andong Tidak Diforsir Bekerja

Anggo Setiawan juga menegaskan bahwa tidak ada kuda di Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta yang diforsir untuk bekerja secara berlebihan. Sistem kerja kuda diatur dalam beberapa shift, memastikan setiap kuda mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

“Ada yang berangkat jam 5 pagi, jam 9 pagi sudah OTW (on the way) pulang. Betul-betul cari wisatawan yang pagi, yang cari sarapan pagi begitu,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Ada yang jam 10 pagi berangkat jam 2 siang pulang. Terus yang sampai larut malam itu, itu memang keluarnya malam.”

Koperasi Jasa Andong Wisata Yogyakarta saat ini memiliki anggota sebanyak 302 kusir. Selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, sekitar 80 persen dari total anggota beroperasi. Mureks mencatat bahwa insiden kuda jatuh ini merupakan satu-satunya kejadian yang dilaporkan selama periode Nataru tersebut.

Mureks