Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara mengungkapkan kondisi terbaru korban selamat dalam kasus kematian satu keluarga di rumah kontrakan kawasan Warakas III Gang 10, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Korban selamat dipastikan tidak mengalami kondisi mulut berbusa, berbeda dengan tiga anggota keluarga lainnya yang ditemukan meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno menjelaskan, korban selamat, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), anak ketiga dari keluarga tersebut, saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pihak kepolisian juga mulai melakukan interogasi secara bertahap kepada yang bersangkutan.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
“Ya saat ini masih dalam perawatan juga, namun pelan-pelan juga kami lakukan interogasi kepada yang bersangkutan,” kata Onkoseno kepada wartawan di Polres Jakarta Utara, Jumat (2/1).
Saat ditanya mengenai temuan busa di mulut korban selamat, Onkoseno dengan tegas membantah. “Tidak ada,” ujarnya singkat.
Terkait dugaan adanya ruam pada tubuh korban selamat, serupa dengan korban meninggal, Onkoseno menyatakan hal tersebut masih dalam proses pemeriksaan medis. “Ya itu masih kita lakukan pengecekan dan pemeriksaan juga oleh dokter,” katanya.
Sebelumnya, polisi menemukan tiga korban meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa dan ruam merah di beberapa bagian tubuh. Namun, hingga kini, penyebab pasti kematian para korban belum dapat dipastikan. Mureks mencatat bahwa kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik untuk mengungkap misteri di balik kematian tragis ini.
Selain fokus pada kondisi korban selamat, tim penyidik juga terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi. Onkoseno menyebut, total enam saksi telah dimintai keterangan oleh penyidik untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.
Para korban meninggal dunia dalam peristiwa ini diidentifikasi sebagai Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (28), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Sementara itu, Abdullah Syauqi Jamaludin (23) menjadi satu-satunya anggota keluarga yang selamat dan kini masih dalam perawatan medis.






