Berita

Komisi VIII DPR Pastikan Mayoritas Jemaah Haji Aceh Lunasi Biaya, Tak Ada Penundaan Keberangkatan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, memastikan mayoritas calon jemaah haji asal Aceh telah menuntaskan pelunasan biaya haji untuk tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan Abdul Wachid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/1/2026).

Abdul Wachid mengungkapkan kekagumannya terhadap kemampuan provinsi yang sempat terdampak bencana tersebut dalam melunasi pembiayaan haji. “Justru Aceh itu malah hebat. Jadi Aceh itu memang sebelumnya kita prediksi ya seperti itu, tapi ternyata nggak. Iya, ini yang dulu banyak yang nanya ke saya kan. Ini tak kasih tahu nih. Jadi ini angkanya hari ini sudah mencapai 100%,” ujarnya.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Secara nasional, Abdul Wachid juga mengklaim bahwa pelunasan biaya haji di seluruh Indonesia sudah mencapai 100 persen. Dengan demikian, ia meyakini tidak akan ada penundaan keberangkatan bagi jemaah haji tahun ini.

“Aceh, Aceh itu sudah di angka yang kemarin sudah 90,8%. Jadi ini, ini angka-angka yang ini masih 95% nasional. Kalau hari ini sudah 100%, pasti Aceh itu sudah di atas 90%,” jelas legislator dari Fraksi Gerindra ini.

Ia menambahkan, data valid mengenai keseluruhan calon jemaah yang telah melunasi biaya haji akan tersedia malam ini atau besok. “Insyaallah tidak ada tunda. Jadi kalau ini mau data valid, besok. Atau nanti malam keseluruhan nasional,” tegas Abdul Wachid, mengulang pernyataannya.

Selain itu, Abdul Wachid juga mendesak Kementerian Haji untuk segera menuntaskan penentuan pemondokan bagi para jemaah. Menurutnya, urusan pemondokan ini harus sudah rampung paling lambat pada tanggal 20 Januari.

“Yang perlu sekarang ini, kalau jamaah sudah lunas 100 persen, segera Kementerian Haji ini menentukan pemondokan. Pemondokan saya sudah kasih tahu paling akhir tanggal 20 Januari ini sudah pemondokan sudah 100%,” pungkasnya.

Dalam ringkasan Mureks, percepatan pelunasan biaya haji, terutama di daerah yang pernah mengalami bencana seperti Aceh, menjadi indikator positif kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Mureks