Koalisi pimpinan Arab Saudi kembali melancarkan serangan udara di Yaman pada Jumat (2/1/2026), menargetkan kelompok separatis yang didukung Uni Emirat Arab (UEA). Insiden ini dilaporkan menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai lebih dari 20 lainnya.
Mohammed Abdulmalik, Kepala Dewan Transisi Selatan (STC) di Wadi Hadramaut dan Gurun Hadramaut, mengungkapkan bahwa tujuh serangan udara menghantam sebuah kamp di Al-Khasah. Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik berkepanjangan di Yaman.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Sebelumnya, pada Rabu (31/12/2025), koalisi Saudi juga membombardir kota pelabuhan Mukalla. Serangan tersebut dilakukan setelah dua kapal yang diduga membawa muatan senjata tiba dari Pelabuhan Fujairah, UEA, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya.
Brigjen Turki al-Maliki, Juru Bicara Pasukan Koalisi pimpinan Saudi, menyatakan bahwa awak kedua kapal tersebut kedapatan menonaktifkan sistem pelacakan dan menurunkan muatan senjata serta kendaraan tempur di pelabuhan Mukalla. “Awak kedua kapal itu menonaktifkan sistem pelacakan mereka dan menurunkan sejumlah besar senjata dan kendaraan tempur untuk mendukung pasukan Dewan Transisi Selatan (STC),” tegas al-Maliki.
Menurut pantauan Mureks, persenjataan dan kendaraan tempur itu diduga kuat dikirim untuk mendukung para petempur dari kelompok separatis STC, yang beroperasi di area Hadramaut dan al-Mahrah di Yaman. Kantor berita Saudi Press Agency (SPA) juga melaporkan, “Mengingat bahaya dan eskalasi yang ditimbulkan oleh senjata-senjata ini… Angkatan Udara koalisi melancarkan operasi militer terbatas pagi ini yang menargetkan persenjataan dan kendaraan tempur yang telah diturunkan dari kedua kapal di pelabuhan al-Mukalla.”
Dalam beberapa pekan terakhir, STC yang didukung UEA memang berupaya menghidupkan kembali negara Yaman Selatan yang sebelumnya merdeka. Kelompok ini telah menyapu sebagian besar wilayah negara tersebut, mengusir pasukan pemerintah dan sekutu-sekutunya.
Koalisi pimpinan Saudi telah berulang kali memperingatkan bahwa pihaknya akan mendukung pemerintah Yaman dalam konfrontasi militer apa pun dengan pasukan separatis. Saudi juga mendesak STC untuk mundur ‘secara damai’ dari provinsi-provinsi yang baru saja direbut.






