Dunia perfilman Tiongkok kembali menghadirkan adaptasi kisah wuxia klasik yang dinanti-nantikan, The Legend of Condor Hero: What is Love (2025). Film berdurasi 106 menit ini menjanjikan perpaduan aksi laga memukau, tragedi mendalam, dan romansa ikonik yang telah memikat jutaan penggemar.
Perjalanan Hidup Yang Guo yang Penuh Lika-liku
Film ini mengisahkan perjalanan hidup Yang Guo, seorang pemuda yang sejak kecil harus mengembara seorang diri. Nasib kemudian mempertemukannya dengan Guo Jing, seorang pendekar besar yang lantas menerima Yang Guo sebagai murid di Sekte Quanzhen. Namun, latar belakang Yang Guo yang misterius seringkali membuatnya diperlakukan tidak adil dan direndahkan oleh sesama murid.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Tak sanggup menahan tekanan dan siksaan batin, Yang Guo akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Quanzhen. Secara tak terduga, ia kemudian menjadi murid Xiao Long Nu, pewaris ilmu bela diri dari Sekte Makam Kuno. Dari sinilah, ikatan guru dan murid yang awalnya murni perlahan bertransformasi menjadi hubungan cinta yang rumit dan penuh konflik, menentang norma-norma dunia persilatan.
Cinta Terlarang dan Intrik Dunia Persilatan
Di tengah gejolak asmara Yang Guo dan Xiao Long Nu, dunia persilatan kembali dihadapkan pada ancaman besar. Jin Lun, seorang guru dharma dari klan asing, bersekutu dengan Li Mo Chou, murid terbuang dari Sekte Makam Kuno. Keduanya memiliki tujuan untuk merebut kitab rahasia ilmu bela diri serta peta militer yang tersimpan di makam kuno.
Tanpa disengaja, Yang Guo dan Xiao Long Nu terseret ke dalam pusaran konflik besar ini. Mereka berulang kali menghadapi bahaya yang mengancam nyawa, sebuah situasi yang justru semakin memperkuat ikatan di antara keduanya. Mureks mencatat bahwa adaptasi kisah wuxia klasik ini selalu dinantikan penggemar setia, terutama karena kompleksitas plot dan pengembangan karakternya.
Ujian Berat dan Pertemuan Tak Terduga
Perjalanan Yang Guo semakin getir ketika ia harus kehilangan satu lengannya. Setelah terjatuh ke jurang, ia bertemu dengan Shen Diao, seekor elang raksasa yang kelak menjadi “good teacher and beneficial friend” dalam hidupnya, membimbingnya menuju kekuatan dan kebijaksanaan baru.
Film ini dibintangi oleh Zhao Hua Wei sebagai Yang Guo dan Wang Zi Chun sebagai Xiao Long Nu. Turut memperkuat jajaran pemeran adalah Chen Zi Han sebagai Huang Rong, Bruce Leung sebagai Ouyang Feng, Waise Lee sebagai Qiu Chu Ji, Fu Mei sebagai Li Mo Chou, Gallen Lo sebagai Guo Jing, dan Xuan Dong sebagai Mu Nianci. Disutradarai oleh Zhenzhao Lin, film ini diproduksi oleh Beijing Tmeng Network Technology Co., Tencent Penguin Pictures, dan Youku Information Technology (beijing) Co., menjanjikan pengalaman sinematik yang tak terlupakan bagi para pencinta genre wuxia.






