Game strategi simulasi kompleks, Dwarf Fortress, kembali mencuri perhatian di awal tahun 2026 dengan rilis pembaruan minor yang menyertakan catatan patch (patch notes) tak biasa. Salah satu poin yang paling menonjol dan memicu perbincangan adalah pernyataan, “Mothers no longer seek ghostly babies.”
Pembaruan yang dirilis pada 7 Januari 2026 melalui Steam ini, seperti yang dicatat Mureks, jauh dari tipikal catatan patch game pada umumnya yang seringkali berisi penyesuaian angka atau perbaikan bug teknis. Dwarf Fortress justru menyajikan detail-detail simulasi yang absurd namun mendalam.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Misteri di Balik ‘Bayi Hantu’
Frasa “Mothers no longer seek ghostly babies” mungkin terdengar membingungkan bagi sebagian orang. Namun, mengingat sistem simulasi Dwarf Fortress yang sangat detail, poin ini bisa diartikan bahwa sebelumnya, ketika bayi karakter mati dan disimulasikan sebagai hantu, para ibu masih terus berusaha merawat anak-anak mereka, bahkan di alam baka.
Jika interpretasi ini benar, maka ini adalah detail kecil yang menyentuh hati, muncul dari kondisi karakter yang mengalami bug. Hal ini memang sudah menjadi ciri khas Dwarf Fortress. Catatan patch sebelumnya yang tak kalah unik adalah “mothers seeking lost infants no longer respect burrows but do respect chains,” yang maknanya pun sulit ditebak.
Werebeast Ilegal dan Objek Impian Mitos
Selain “bayi hantu”, pembaruan ini juga “stopped a few illegal werebeast types from being created.” Istilah “werebeast ilegal” sendiri memunculkan pertanyaan tentang seperti apa makhluk tersebut dan mengapa keberadaannya dilarang dalam simulasi game. Pengembang juga “fixed improper text for mythical dream objects,” yang mengindikasikan perbaikan pada deskripsi objek-objek impian yang bersifat mitos.
Perubahan Seni Potret dan Klarifikasi AI
Bagi penggemar berat, perubahan seni potret untuk versi Steam menjadi sorotan. Sebelumnya, game ini menampilkan makhluk-makhluk dengan tampilan yang dianggap “konyol”, termasuk anjing yang terlihat canggung dan kuda yang terlalu gagah. Potret-potret tersebut kini diganti dengan alternatif yang lebih sesuai dengan nuansa game.
Sayangnya, kontroversi seputar gambar lama ini memicu “disrespectful and disparaging comments” terhadap seniman game, menurut programmer Tarn Adams. Adams juga menegaskan komitmen mereka terhadap pengembangan manual. “I also want to clarify that we do not use generative AI for Dwarf Fortress in any step of development,” ujar Adams dalam unggahan di Steam. “We make things that make things but we make them by hand.”
Catatan Patch Unik Lainnya
Dwarf Fortress memang dikenal dengan catatan patch-nya yang seringkali menggelitik. Sebelumnya, pengembang pernah “apologize for destroying your food-based economies” setelah melakukan nerf pada harga makanan, dengan menambahkan, “Didn’t realize so many of you were living that way.” Ini menunjukkan betapa mendalam dan tak terduganya simulasi dalam game ini, bahkan sampai memengaruhi “ekonomi berbasis makanan” para pemain.
Referensi penulisan: www.gamesradar.com






