Film musikal romantis La La Land (2016) mengajak penonton menyelami kisah Sebastian Wilder (Ryan Gosling) dan Mia Dolan (Emma Stone), dua jiwa muda yang berjuang mengejar mimpi di tengah gemerlap sekaligus kerasnya Los Angeles. Disutradarai dan ditulis oleh Damien Chazelle, film berdurasi 128 menit ini berhasil memukau kritikus dan penonton, meraih rating 8.8/10 secara global dan 8/10 dari Kapanlagi.com.
Pertemuan pertama Sebastian, seorang pianis jazz idealis, dengan Mia, aktris pendatang baru, terjadi secara tak sengaja di tengah kemacetan Los Angeles. Keduanya sama-sama merasakan pahitnya perjuangan. Mia kerap menghadapi audisi yang berantakan, bahkan saat sutradara sibuk dengan telepon di tengah adegan emosional. Sementara itu, Sebastian harus rela dipecat dari pekerjaannya karena berimprovisasi jazz, padahal ia hanya diminta memainkan lagu Natal tradisional.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Beberapa bulan kemudian, takdir kembali mempertemukan mereka di sebuah pesta. Dari candaan ringan, ketertarikan mulai tumbuh. Mia kemudian mengajak Sebastian berkeliling studio Warner Bros tempatnya bekerja sebagai barista, sementara Sebastian memperkenalkan Mia pada dunia jazz dan mimpinya untuk membuka klub sendiri. Hubungan mereka semakin erat melalui kencan spontan, menonton film di bioskop, hingga malam romantis di Observatorium Griffith.
Melihat Mia yang terus gagal dalam audisi, Sebastian mendorongnya untuk menulis pertunjukan tunggal. Keduanya pun memutuskan untuk tinggal bersama, berbagi harapan dan impian tentang masa depan yang lebih cerah. Namun, tantangan muncul ketika John Legend, yang berperan sebagai Keith, teman lama Sebastian, menawarinya bergabung dengan band jazz fusion. Tawaran ini menjanjikan penghasilan tetap, namun jauh dari idealisme musik jazz murni yang Sebastian impikan.
Kesuksesan band Keith justru memicu konflik dalam hubungan Sebastian dan Mia. Mia merasa Sebastian mulai menjauh dari mimpinya, sementara Sebastian menuding Mia hanya menyukainya saat ia belum berhasil. Puncak ketegangan terjadi ketika Sebastian melewatkan pertunjukan tunggal Mia karena urusan band, membuat Mia patah hati dan memutuskan kembali ke kampung halamannya. Mureks mencatat bahwa konflik ini secara realistis menggambarkan dilema antara cinta dan ambisi pribadi yang seringkali sulit diselaraskan.
Ryan Gosling menutup kisah ini saat Sebastian menerima kabar penting dari seorang casting director mengenai audisi besar untuk Mia. Ia segera menyusul Mia dan meyakinkannya untuk kembali mencoba, membuka jalan bagi keputusan besar yang harus mereka ambil tentang cinta dan mimpi yang tak selalu bisa berjalan seiring. Film ini diproduksi oleh Summit Entertainment, Black Label Media, dan TIK Films.






