Nintendo of America (NOA) dan perusahaan kontraktor IT, Teksystems, kembali menghadapi aduan terkait dugaan pelanggaran hak serikat pekerja. Aduan yang diajukan pada 6 Januari 2026 ini menuduh kedua perusahaan melanggar dua klausul penting dalam Undang-Undang Hubungan Perburuhan Nasional (National Labor Relations Act/NLRA) Amerika Serikat.
Dewan Hubungan Perburuhan Nasional (National Labor Relations Board/NLRB) kini akan menyelidiki tuduhan yang menyebut Nintendo dan Teksystems telah mengganggu aktivitas organisasi serikat pekerja. Aduan ini secara spesifik menyoroti pelanggaran klausul 8(a)(1) dan 8(a)(4) dari NLRA, undang-undang yang telah mengatur serikat pekerja di AS sejak tahun 1935 dan menjadi dasar pembentukan NLRB sebagai badan federal.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Detail Pelanggaran yang Dituduhkan
Klausul 8(a)(1) NLRA menyatakan bahwa merupakan praktik perburuhan yang tidak adil bagi pemberi kerja untuk “mengganggu, membatasi, atau memaksa karyawan dalam menjalankan” hak-hak mereka untuk berorganisasi. Sementara itu, klausul 8(a)(4) secara serupa melarang pemberi kerja untuk “memecat atau mendiskriminasi karyawan karena ia telah mengajukan tuntutan atau memberikan kesaksian berdasarkan Undang-Undang ini.”
Selain aduan yang diajukan pada 6 Januari 2026, terdapat pula pengajuan lain pada 9 Desember 2025, yang juga menuduh Teksystems melanggar kedua klausul tersebut. Menurut catatan Mureks, surat dakwaan yang ditandatangani terhadap para pemberi kerja untuk kedua pengajuan tersebut bertanggal 7 Januari 2026.
Hingga saat ini, belum ada rincian spesifik mengenai tuduhan tersebut yang tersedia untuk publik, sebuah kondisi yang dilaporkan standar untuk deskripsi aduan perburuhan secara daring. Baik Nintendo maupun Teksystems belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengajuan aduan ini.
Kasus Serupa di Masa Lalu
Ini bukan kali pertama Nintendo of America menghadapi tuduhan serupa. Pada tahun 2022, Nintendo dan perusahaan penyedia staf Aston Carter juga dituduh melanggar klausul 8(a)(1) serta 8(a)(3) NLRA. Klausul 8(a)(3) melarang pemberi kerja memecat pekerja karena aktivitas serikat pekerja.
Saat itu, Nintendo menyatakan bahwa karyawan yang bersangkutan adalah kontraktor yang “dipecat karena pengungkapan informasi rahasia dan bukan karena alasan lain.” Karyawan tersebut kemudian diidentifikasi sebagai penguji game MacKenzie Clifton. Clifton menuduh kepada Axios bahwa ia dipecat setelah menanyakan pandangan presiden Nintendo of America saat itu mengenai serikat pekerja. Ia juga meyakini bahwa “informasi rahasia” yang dimaksud Nintendo adalah cuitan lelucon tentang tekstur game yang tidak sengaja terhapus.
Sebagai bagian dari penyelesaian, Aston Carter akhirnya membayar Clifton sebesar 25.910 dolar AS sebagai ganti rugi dan gaji yang belum dibayar. Nintendo juga diwajibkan untuk memasang pemberitahuan di kantor yang menginformasikan hak-hak karyawan berdasarkan Undang-Undang Hubungan Perburuhan Nasional.






