Aktris Taskya Namya membagikan sejumlah cerita menarik dari balik layar produksi film horor terbaru, Alas Roban. Salah satu sorotan utamanya adalah sosok Michelle Ziudith, lawan mainnya yang ia sebut memiliki kepribadian unik dan tak terduga.
Film Alas Roban menjadi ajang reuni bagi Taskya Namya dan Michelle Ziudith setelah 12 tahun tidak beradu akting. Taskya secara terang-terangan mengakui bahwa Michelle adalah aktris paling ‘random’ di antara tiga bintang utama lainnya, yang juga termasuk Rio Dewanto.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Pengalaman Taskya Namya Menghadapi ‘Kerandoman’ Michelle Ziudith
“Michelle Ziudith adalah partner main yang menyenangkan tapi dia terlalu random yang membuat aku kadang pusing. Namun kita bisa menyelesaikan kepusingan itu bersama-sama,” ujar Taskya Namya sambil tertawa, saat ditemui di Gedung KLY Jakarta, seperti yang Mureks merangkum.
Dalam film garapan sineas Hadrah Daeng Ratu ini, Michelle Ziudith memerankan karakter Sita, seorang ibu tunggal yang merantau ke Semarang, Jawa Tengah. Sementara itu, Taskya Namya berperan sebagai Tika, sepupu dari Sita. Beradu akting dengan Michelle Ziudith menuntut Taskya untuk memiliki beragam fungsi di lokasi syuting.
- Partner main
- Pawang
- Penghibur
- Afiliator yang memproyeksikan barang-barang kebutuhan Michelle Ziudith
- Penyuplai hiburan
“Jadi partner main, ya. Pawang, ya. Penghibur juga, afliator yang memproyeksikan barang-barang apa yang dibutuhkan Michelle Ziudith di lokasi syuting, ya. Menyuplai hiburan, ya. Jadi saya multitasking,” beber Taskya Namya.
Momen Syok Michelle Ziudith Saat Adegan Kerasukan
Salah satu momen yang paling membekas bagi Taskya adalah saat syuting adegan kerasukan yang melibatkan Gendis (Fara Sakhila), anak dari karakter Sita. Michelle Ziudith dikabarkan syok dan ketakutan ketika Fara Sakhila tiba-tiba melakukan gerakan kayang di luar skenario. Bintang film Ipar Adalah Maut itu bahkan sempat mengira Fara Sakhila benar-benar kerasukan.
“Karena janjiannya di awal gerakannya enggak sampai kayak begitu,” seloroh Michelle Ziudith.
Melihat reaksi Michelle, Taskya Namya pun sigap menenangkan dan mencoba menyugesti lawan mainnya agar tidak terlalu ketakutan. “Misalkan, adegan Gendis wujudnya sudah enggak karuan (karena kerasukan). Dia sudah ketakutan, nih. Saya harus jadi penenang buat dia. Saya bilang: Ingat, kalau kamu lihat Gendis kayak begitu (anggap saja) dia lagi gimnastik,” tutur Taskya Namya.
Karakter Sita dan Pola Didik Generasi 90-an
Dalam wawancara eksklusif, Michelle Ziudith menjelaskan lebih lanjut mengenai karakter Sita yang diperankannya. Sita digambarkan bukan sebagai ibu yang lembut dan penuh kasih sayang, melainkan sosok yang sulit mengekspresikan perasaannya melalui kata-kata.
“Lewat didikannya yang rada keras dan tegas, Gendis kadang bingung sebenarnya ibunya sayang apa enggak, peduli apa enggak dengannya. Miskomunikasi semacam ini lekat sekali ya, apalagi untuk anak-anak 1990-an,” jelas Michelle Ziudith.
Menurut Michelle, generasi 1990-an seringkali diidentikkan dengan pola didikan ala VOC yang cenderung keras dan tegas. “Apalagi pola didiknya VOC. Kalau dulu kan pola didiknya (cenderung) keras dan tegas sampai kadang enggak tersampaikan bahwa ibu itu sebenarnya sayang banget sama kita,” pungkasnya.
Produser Manoj Punjabi menambahkan, film Alas Roban memiliki anggaran produksi yang cukup tinggi, bahkan melebihi beberapa film drama yang pernah ia garap. Film ini menjanjikan tidak hanya ketegangan horor yang intens, tetapi juga fondasi drama hubungan ibu dan anak yang kuat dan menyentuh. Penonton dapat membuktikannya di bioskop mulai 15 Januari 2026.






