Larian Studios, pengembang di balik gim RPG populer Divinity, secara tegas menolak penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif untuk penulisan teks dalam proses pengembangan gim mereka. Adam Smith, direktur penulisan di Larian, menyatakan bahwa hasil teks yang dihasilkan AI hanya mencapai “3/10 pada kondisi terbaik”, jauh di bawah standar draf terburuknya.
Klarifikasi ini disampaikan Smith dalam sesi “Ask Me Anything” (AMA) yang digelar Larian Studios pada Sabtu, 10 Januari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Larian menjelaskan posisinya terkait alat AI generatif. Sebelumnya, studio ini telah berjanji tidak akan menggunakan AI untuk seni atau konsep seni dalam gim Divinity.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Larian Terbuka untuk AI di Area Lain, Kecuali Teks
Meskipun menolak AI untuk seni dan teks, Larian masih membuka pintu untuk aplikasi lain dari pembelajaran mesin (machine learning) atau potensi AI generatif. Misalnya, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk membantu membersihkan dan mengubah ukuran animasi motion capture.
Namun, untuk urusan penulisan, sikap Larian sangat jelas. Menjawab pertanyaan dari pengguna AmihanTheStoic mengenai manfaat teks placeholder yang dihasilkan AI, Smith memberikan jawaban lugas. “Sikap ini berlaku juga untuk penulisan. Kami tidak memiliki generasi teks apa pun yang menyentuh dialog, entri jurnal, atau tulisan lain di Divinity,” tegas Smith.
Ia melanjutkan, “Untuk menjawab pertanyaan kedua Anda, ‘bagaimana teks placeholder yang dihasilkan [AI] menguntungkan pengembangan dibandingkan teks rintisan sederhana’—itu tidak menguntungkan.”
Kualitas AI Teks Dinilai Jauh di Bawah Standar
Smith mengungkapkan bahwa Larian sempat memiliki kelompok terbatas yang bereksperimen dengan alat untuk menghasilkan teks. Namun, hasil yang didapat sangat mengecewakan. “Hasilnya mencapai 3/10 pada kondisi terbaik dan alat-alat tersebut hanya untuk tujuan penelitian, bukan untuk digunakan di Divinity,” jelasnya.
Menurut Smith, draf pertamanya yang paling buruk sekalipun—dan ia mengakui ada banyak—setidaknya berada di level “4/10”. Perbedaan kualitas ini menjadi alasan utama penolakan penggunaan AI untuk penulisan. “Jumlah iterasi yang diperlukan untuk mendapatkan bahkan satu baris pun ke kualitas yang kami inginkan sangat besar,” tambahnya.
Dalam ringkasan Mureks, proses penulisan di Larian melibatkan banyak mata dan tangan untuk memastikan setiap dialog mencapai kualitas yang diinginkan sebelum direkam dan dirilis.
Informasi Lain dari AMA
Selain isu AI, AMA tersebut juga mengungkap beberapa detail lain terkait pengembangan gim Divinity. Salah satunya adalah kepastian bahwa sistem armor “flawless” yang bermasalah di Original Sin 2 tidak akan kembali. Tim pengembang juga sedang mempertimbangkan bagaimana mengatasi praktik “save scumming” dalam desain gim baru mereka.






