Dunia perfilman kembali diramaikan dengan kehadiran film thriller aksi bernuansa gelap berjudul They Call Her Death yang dijadwalkan rilis pada tahun 2025. Film berdurasi 92 menit ini menawarkan narasi balas dendam yang brutal dan sangat personal, berlatar belakang dunia kriminal yang kejam.
Disutradarai dan ditulis skenarionya oleh Austin Snell, film ini menyoroti perjalanan seorang perempuan bernama Molly Pray, yang diperankan oleh Sheri Rippel. Hidup Molly hancur lebur akibat kekejaman kelompok kriminal, mendorongnya untuk menempuh jalan berdarah demi menuntut balas. Ia tidak lagi mencari keadilan melalui jalur hukum, melainkan memilih senjata dan kekerasan sebagai alat pembalasan.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Dalam setiap langkahnya, Molly digambarkan seolah ditemani oleh sosok Death yang hadir sebagai bayangan konstan. Kehadiran ini bukan dalam artian literal, melainkan simbol bahwa kematian selalu berada di sisinya, membimbing setiap keputusan yang ia ambil. Molly tidak ragu menghabisi siapa pun yang terlibat dalam kejahatan masa lalunya, memasuki dunia penuh darah, pengkhianatan, dan kekerasan.
Film ini secara tegas menolak gagasan manifest destiny sebagai pembenaran atas kekerasan yang dilakukan Molly. Menurut catatan Mureks, motivasi Molly murni lahir dari dendam pribadi, bukan demi ideologi besar, politik, atau perubahan dunia. Hal ini membuat cerita terasa lebih mentah dan emosional, karena fokusnya adalah luka lama yang berubah menjadi amarah mematikan.
Selain Sheri Rippel, film ini juga dibintangi oleh Jeff Boyer sebagai Frank Jaroo, serta Devan R. Garcia, Shawn Nyberg, dan Dané Shobe. They Call Her Death diproduksi oleh MMBN Productions, Sunrunner Films, dan Trash Nite Productions.
Dengan gaya dingin dan atmosfer suram, film ini menampilkan kekerasan yang intens. Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: balas dendam mungkin memberikan kepuasan sesaat, namun pada akhirnya akan membawa kehancuran yang tak terhindarkan bagi pelakunya.






