Jumat, 09 Januari 2026 – Sejarah panjang waralaba gim Fallout kembali menjadi sorotan setelah salah satu kreator aslinya, Leonard Boyarsky, mengungkapkan detail di balik penjualan hak kekayaan intelektual (IP) gim tersebut kepada Bethesda Softworks. Akuisisi senilai 5,75 juta dolar AS, atau sekitar Rp89 miliar (kurs Rp15.500/dolar AS), ini terjadi di tengah kesulitan finansial Interplay, pemilik IP sebelumnya.
“Tidak akan ada bedanya jika mereka mendengar tawaran kami atau tidak, karena mereka akan tertawa,” ujar Boyarsky, mengindikasikan betapa jauhnya tawaran mereka dibandingkan Bethesda.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Awal Mula dan Krisis Finansial Interplay
Waralaba Fallout awalnya dimiliki, diterbitkan, dan diciptakan oleh Interplay, dengan studio internal Black Isle Studios yang mengembangkan Fallout 2. Interplay kemudian melisensikan waralaba ini kepada Bethesda. Namun, pada pertengahan tahun 2000-an, Interplay menghadapi masalah keuangan serius yang memaksa mereka menjual aset untuk membayar staf.
Brian Fargo, salah satu pendiri Interplay, menjelaskan kepada Game Informer bahwa “satu-satunya aset yang benar-benar harus mereka jual adalah Fallout.” Sebuah gugatan hukum yang terkait dengan masalah finansial tersebut, menurut Fargo, “membuat [Interplay] menjual semua hak Fallout kepada Bethesda.”
Upaya Kreator Asli untuk Mengakuisisi Kembali
Sebelum hak IP jatuh sepenuhnya ke tangan Bethesda, ada upaya dari para kreator asli untuk mengambil alih. Leonard Boyarsky, direktur seni Fallout yang kemudian mendirikan Troika Games bersama Tim Cain dan Jason Anderson (studio di balik Arcanum dan Vampire: The Masquerade – Bloodlines), mencoba mengajukan tawaran untuk hak tersebut.
“Kami mendapat beberapa minat investasi yang mungkin,” kata Boyarsky, “tetapi kami bahkan tidak pernah mendapat kesempatan untuk membuat tawaran.” Mureks mencatat bahwa pernyataan ini menyoroti betapa cepatnya proses penjualan dan dominasi tawaran Bethesda.
Sebelumnya, Tim Cain pernah menyatakan bahwa tim beranggotakan tiga orang (Boyarsky, Anderson, dan dirinya) “kalah tawaran” untuk hak pengembangan Fallout 3. Namun, Boyarsky memberikan perspektif yang lebih tajam.
“Tidak akan ada bedanya jika mereka mendengar tawaran kami atau tidak,” tegas Boyarsky, “karena mereka akan tertawa.” Pernyataan ini menggambarkan perbedaan signifikan antara kapasitas finansial mereka dan Bethesda saat itu.
Warisan Fallout di Tangan Bethesda dan Masa Depan
Sejak akuisisi tersebut, Bethesda telah memegang kendali penuh atas waralaba Fallout. Mereka kemudian menyerahkan pengembangan Fallout: New Vegas kepada Obsidian Entertainment dan melisensikan serial televisi Fallout musim kedua kepada Amazon. Sementara itu, Fallout 5 diperkirakan akan hadir jauh setelah perilisan The Elder Scrolls 6.
Adapun anggota Troika Games, dua dari tiga pendirinya kini bekerja sangat dekat dengan waralaba Fallout tanpa berada di Bethesda. Tim Cain kembali bergabung dengan Obsidian untuk mengerjakan proyek rahasia setelah The Outer Worlds 2, gim yang juga dikembangkan Boyarsky sebagai direktur kreatif.






