Hiburan

Guillaume Broche: “Kami Lebih Suka Kategori Ini untuk Studio Lebih Kecil” Meski Clair Obscur Raih Penghargaan Indie TGA

Clair Obscur: Expedition 33 berhasil memborong sembilan penghargaan di ajang The Game Awards (TGA), termasuk kategori bergengsi Best Independent Game dan Best Debut Indie Game. Namun, di balik kemenangan besar tersebut, Direktur Kreatif game ini, Guillaume Broche, sempat melontarkan pernyataan mengejutkan sebelum acara berlangsung.

Dalam sebuah wawancara dengan Edge yang dilakukan sebelum TGA, Broche mengungkapkan bahwa timnya lebih memilih jika penghargaan kategori indie diberikan kepada studio yang lebih kecil. “Kami lebih suka kategori ini diberikan kepada studio yang lebih kecil,” ujar Broche. Ia menambahkan, “Saya rasa kami tidak terlalu membutuhkan [nominasi] ini, meskipun kami menghargainya.”

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Pernyataan Broche ini muncul saat ia ditanya apakah Clair Obscur dapat dikategorikan sebagai game indie. Ia menjelaskan bahwa dari segi anggaran, game mereka “jelas lebih mengarah ke triple-I.” Broche juga menyoroti aspek visual game, “Aneh karena ini adalah game 3D dengan jenis grafis yang tidak selalu cocok dengan apa yang Anda pikirkan tentang game indie.”

Tom Guillermin, Lead Programmer Clair Obscur: Expedition 33, turut memberikan pandangannya. “Proyek ini memang dimulai sebagai indie pada awalnya, jadi menurut saya itu bagian yang aneh, dan sekarang ukurannya sedikit lebih besar dari itu,” kata Guillermin. Ia mengakui sulit untuk menarik garis batas kapan sebuah proyek berhenti menjadi indie, terutama ketika dimulai dengan konsep dan ide yang sama hingga akhirnya dirilis.

Pada akhirnya, Clair Obscur: Expedition 33 berhasil mengalahkan sejumlah pesaing kuat untuk kategori Best Independent Game, seperti Blue Prince, Absolum, Ball x Pit, serta nominasi Game of the Year lainnya, Hades 2 dan Hollow Knight: Silksong. Untuk kategori Debut Indie Game, game ini juga unggul atas Blue Prince, Despelote, dan Dispatch.

Kemenangan Clair Obscur: Expedition 33 ini kembali memicu perdebatan mengenai definisi “game indie” di The Game Awards. Catatan Mureks menunjukkan, TGA seringkali memiliki definisi kategori yang kurang jelas di mata publik. Contohnya, Dave the Diver yang terasa “indie” namun berasal dari anak perusahaan Nexon, sebuah perusahaan dengan pendapatan bersih Â¥114,9 miliar pada tahun 2021.

Guillermin mengangkat poin menarik tentang di mana batas “indie” itu berada. Ia mempertanyakan apakah Kojima Productions, sebagai perusahaan independen yang memiliki IP Death Stranding, memenuhi syarat. “Mungkin tidak karena Sony adalah penerbit yang terlalu besar untuk bekerja sama,” ujarnya. Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana TGA memutuskan penerbit mana yang masih “cukup kecil” untuk kategori indie.

Selain itu, TGA juga pernah menuai kritik atas nominasi yang tidak konsisten, seperti Sifu yang dinominasikan untuk Best Fighting Game padahal bukan game pertarungan, sementara game WWE dikunci di kategori Best Sports/Racing Game. Bahkan, kategori Best Fighting Game tahun ini diisi oleh Fatal Fury: City of the Wolves yang belum rilis, 2XKO, dan tiga rilis ulang game pertarungan lama.

Mureks