Kevin VanOrd, seorang penulis senior di Larian Studios, baru-baru ini mengungkapkan penyesalannya terkait pengembangan karakter Wyll dalam gim RPG populer Baldur’s Gate 3. VanOrd menyatakan bahwa ia berharap Wyll mendapatkan lebih banyak konten dan alur cerita yang lebih memuaskan, sebuah pengakuan yang ia sampaikan dalam sesi tanya jawab di Reddit.
Menurut VanOrd, banyak ide besar untuk alur cerita Wyll tidak dapat terealisasi sepenuhnya. “I wish Wyll had gotten more content and a more fulfilling arc too,” ujarnya, menyoroti kendala yang dihadapi selama proses pengembangan. Ia menjelaskan bahwa banyak keputusan penting diambil pada tahap akhir pengembangan, yang berdampak pada pemotongan beberapa elemen cerita.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Salah satu elemen yang terpaksa dipangkas adalah situasi kunci di dekat Baldur’s Gate, yakni Red War College, yang awalnya direncanakan untuk melibatkan Wyll secara signifikan. Pemotongan ini memaksa tim untuk “going back to the drawing board again,” mencari alternatif alur cerita untuk sang warlock.
Alur cerita Wyll kemudian dialihkan untuk terhubung dengan Duke Ravengard. Namun, pengembangan elemen ini juga menghadapi tantangan. VanOrd mengungkapkan bahwa ia sempat sakit secara tak terduga dan harus absen dari kantor untuk waktu yang cukup lama, baik selama pengembangan utama maupun setelah perilisan epilog gim. Catatan Mureks menunjukkan, kendala ini turut memengaruhi kedalaman cerita Wyll.
VanOrd juga menyoroti keterbatasan yang ada, yang membuat tim hanya mampu memberikan satu dungeon dengan satu bos untuk Wyll. Ia mengakui bahwa konten Wyll menjadi lebih jarang dari yang ia inginkan. “Wyll’s content is sparser than I’d have liked as a result. He’s also split into two stories, really – the Mizora story and the Ravengard story, and that might have been a mistake in hindsight,” tambahnya.
Penulis tersebut juga menyayangkan akhir cerita Wyll yang dirasa kurang kuat. Ia merasa terganggu karena Wyll bisa berakhir “just as he started, as the Blade of Frontiers, without any meaningful difference.” Meskipun demikian, VanOrd tetap bangga dengan “his sincerity, his good nature, and his eager heroism” dari karakter Wyll.
Mengakhiri pernyataannya, VanOrd menyampaikan permintaan maaf kepada para pemain. “I’m truly sorry I didn’t give you more quality time with him,” pungkasnya, menunjukkan dedikasi dan penyesalan mendalam atas apa yang bisa menjadi alur cerita yang lebih kaya bagi Wyll.



