Nasional

Khamenei: “Perusuh Hancurkan Gedung Negara Hanya untuk Senangkan Presiden AS”

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menuding Amerika Serikat berada di balik aksi demonstrasi yang meluas di negaranya. Khamenei menyebut para demonstran bertindak untuk kepentingan Washington, bahkan menuduh Presiden AS Donald Trump terkait dengan kerusuhan tersebut.

Pernyataan keras Khamenei ini muncul di tengah pemadaman akses internet secara nasional sejak Jumat (9/1/2026), yang bertujuan membendung gelombang protes. Pemutusan akses ini membuat sambungan telepon internasional ke Iran terputus dan membatalkan sedikitnya enam penerbangan menuju Dubai serta sejumlah kota di Iran. Media daring dalam negeri pun hanya dapat memperbarui informasi secara terbatas.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Aksi demonstrasi yang kini meluas di seluruh provinsi Iran dan dilaporkan telah menewaskan puluhan orang, awalnya dipicu oleh tekanan ekonomi. Catatan Mureks menunjukkan, nilai tukar rial anjlok hingga separuh terhadap dolar AS tahun lalu, diikuti inflasi yang menembus 40 persen pada Desember. Namun, protes tersebut kini berkembang menjadi seruan langsung menentang otoritas.

Ayatollah Ali Khamenei menegaskan Teheran tidak akan menoleransi tindakan perusakan fasilitas publik. Ia menilai pihak-pihak yang melakukan aksi tersebut sebagai tentara bayaran asing. “Tadi malam di Teheran, sekelompok perusuh dan vandalis datang dan menghancurkan sebuah gedung milik negara, milik rakyat sendiri. Hanya untuk menyenangkan hati presiden Amerika Serikat,” kata Khamenei, dikutip dari Reuters, Jumat (9/1/2026).

Televisi pemerintah Iran menayangkan gambar bus, mobil, dan sepeda motor yang terbakar, serta kebakaran di stasiun dan bank. Pemerintah Iran menuding Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (PMOI) sebagai pihak yang berada di balik kerusuhan. Seorang jurnalis televisi pemerintah yang melaporkan dari kota Rasht menggambarkan situasi, “Ini terlihat seperti zona perang. Semua toko telah hancur.”

Di sisi lain, faksi oposisi eksternal Iran di luar negeri menyerukan aksi protes lanjutan. Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran, mengajak masyarakat untuk terus turun ke jalan. “Mata dunia tertuju pada kalian. Turunlah ke jalan,” tutur Reza Pahlavi.

Mureks