Tren

Ketua NAMYO: Tindakan Militer AS di Venezuela ‘Melanggar Hukum Internasional dan Kedaulatan Negara’

Gerakan Pemuda Non-Blok (NAMYO) Indonesia mengecam keras tindakan militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela. Ketua NAMYO Indonesia, Tan Taufiq Lubis, menilai operasi tersebut melanggar prinsip kedaulatan negara dan nonintervensi dalam hukum internasional.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Senin (5/1), Taufiq Lubis menegaskan bahwa langkah AS tersebut juga mengabaikan hukum humaniter dan komitmen hak asasi manusia (HAM). Ia menyebut tindakan ini merusak kerangka perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan merupakan upaya AS untuk mempertahankan hegemoninya di kancah global.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

“Tindakan AS itu merupakan agresi dan penjajahan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujar Taufiq, yang juga menjabat sebagai Ketua DPP KNPI. Menurut Mureks, pernyataan ini menggarisbawahi kekhawatiran mendalam terhadap stabilitas regional dan tatanan global.

Taufiq menambahkan bahwa Indonesia secara konsisten menolak segala bentuk kolonialisme dan berkomitmen aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia. Ia juga menyerukan organisasi pemuda internasional untuk membela warga sipil, menegaskan kembali kedaulatan negara, serta menjunjung tinggi perdamaian sebagai prinsip politik yang tidak dapat ditawar.

“Kami menegaskan solidaritas pemuda Indonesia kepada rakyat dan pemuda Venezuela serta dukungan kepada kepemimpinan Bolivarian,” kata Taufiq.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah menyatakan keprihatinan atas situasi di Venezuela. Kemlu RI memperingatkan bahwa tindakan AS berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional dan menekankan pentingnya komunitas internasional menghormati hak rakyat Venezuela dalam menentukan masa depan negaranya.

Operasi militer skala besar AS di Venezuela diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (3/1), yang juga mencakup penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya.

Mureks