Masyarakat adat Baduy di Lebak, Banten, akan menutup akses kunjungan wisatawan ke wilayah Baduy Dalam selama tiga bulan ke depan. Penutupan ini dilakukan dalam rangka pelaksanaan tradisi sakral tahunan, Kawalu, yang dimulai sejak Januari hingga Maret 2026.
Kepala Desa Kanekes atau Jaro Pemerintah, Oom, pada Rabu (7/1/2026) menegaskan, “Selama prosesi Kawalu berlangsung, rombongan wisatawan tidak diperkenankan berkunjung ke Baduy Dalam.”
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Oom menjelaskan bahwa tradisi Kawalu merupakan rutinitas tahunan yang bersifat sakral bagi masyarakat Baduy. Prosesi ini akan berlangsung penuh selama tiga bulan.
“Penutupan ini khusus Baduy Dalam dan berlangsung sekitar Januari, Februari, hingga Maret,” imbuhnya.
Setelah rangkaian Kawalu selesai, masyarakat Baduy akan melanjutkan dengan tradisi Seba Baduy. Tradisi ini melibatkan penyerahan hasil bumi kepada Bupati Pandeglang, Bupati Lebak, dan Gubernur Banten sebagai wujud rasa syukur atas panen yang melimpah.
“Setelah beres Kawalu itu memasuki menjelang Seba Baduy,” kata Oom.
Oom juga menegaskan, penutupan hanya berlaku untuk Baduy Dalam. Wilayah Baduy Luar tetap terbuka bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana dan budaya masyarakat adat tersebut. Mureks mencatat bahwa tradisi Kawalu merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang dijaga ketat oleh masyarakat Baduy untuk mempertahankan kesakralan wilayah adat mereka.
“Kalau untuk menikmati suasana Baduy Luar masih bisa,” ujarnya.
Referensi penulisan: news.detik.com






