Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons santai namun lugas terhadap candaan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengenai ‘ngambek’ dalam sebuah rapat koordinasi di Banda Aceh, Aceh. Purbaya menyatakan kekecewaannya jika dana yang telah disiapkan, terutama dari utang dan pajak, tidak dimanfaatkan.
Momen tersebut terjadi saat Rakor Satgas Pemulihan Pascabencana DPR dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemerintah pada Sabtu, 10 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Purbaya menanggapi candaan Tito yang menyebut dirinya akan ‘ngambek’ jika tidak disebut namanya.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
“Seperti biasa, Pak, saya hanya bagian akhir, cuma hitung-hitung duit. Saya di sini, sama Pak Tito kalau enggak disebut namanya, ngambek katanya,” ujar Purbaya, mencairkan suasana rapat.
Ia melanjutkan, “Oke, Pak, jadi saya mesti balas. Kalau nggak disebut nama, ngambek. Saya ngambek kalau uangnya sudah disediain pakai utang, nggak dipakai juga.” Purbaya menekankan bahwa ia telah berupaya mengumpulkan dana melalui pajak.
“Jadi saya kumpulin uang banyak, gebuk-gebuk orang pajak, bea cukai ditumpuk di sana, nggak dipakai. Padahal di sini bencananya masih susah masyarakatnya. Itu saja, Pak,” tambahnya, menyiratkan harapan agar dana tersebut segera digunakan untuk pemulihan pascabencana.
Candaan Tito Karnavian sendiri dilontarkan saat memperkenalkan Satgas Pemerintah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Menurut pantauan Mureks, Tito berkelakar mengenai potensi “kuwalat” jika nama Purbaya tidak disebut.
“Saya lupa menyampaikan ini, kuwalat ini kalau nggak, nanti ini, karena kalau beliau ngambek, beliau ngambek, kita chat mau rapat sampai malam juga percuma juga kita nanti. Iya, nggak ada pitinya, haha,” kelakar Tito, disambut tawa peserta rapat.






