Nasional

Kemensos Pastikan Bansos PKH dan BPNT Berlanjut di 2026: Simak Indikator Kelayakan Penerima

Jumat, 02 Januari 2026, pertanyaan seputar keberlanjutan program bantuan sosial (bansos) kembali menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan keluarga penerima manfaat (KPM). Banyak masyarakat menanti kepastian apakah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan kembali digulirkan pada tahun anggaran 2026.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa sejumlah program bansos pemerintah tetap akan dilanjutkan sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan memberikan perlindungan sosial bagi keluarga miskin di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Pemutakhiran Data dan Peran Desil Kesejahteraan

Kemensos secara berkala melakukan pemutakhiran data penerima bansos. Langkah ini krusial untuk memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh keluarga yang paling membutuhkan. Dalam proses ini, status penerima bansos dapat berubah; sebagian KPM akan melanjutkan bantuan, sementara lainnya bisa mengalami graduasi karena dinilai sudah lebih sejahtera atau tergantikan oleh keluarga lain yang kondisi ekonominya lebih rentan.

Salah satu faktor penentu utama dalam penetapan penerima bansos adalah data desil kesejahteraan. Pemerintah mengelompokkan kondisi ekonomi masyarakat ke dalam 10 desil, mulai dari yang paling miskin hingga paling sejahtera. Menurut Mureks, KPM yang berada di desil 1 hingga 4 menjadi prioritas utama penerima bansos, sementara desil 5 masih memiliki peluang untuk menerima bantuan tertentu. KPM pada desil 6 hingga 10 umumnya tidak menjadi prioritas, kecuali dalam kondisi khusus yang memerlukan intervensi.

Enam Indikator Utama Penerima Bansos 2026

Bagi KPM yang ingin mengetahui peluang penerimaan bansos PKH dan BPNT di tahun 2026, terdapat sejumlah indikator kuat yang dapat menjadi penanda:

  1. Masuk Desil 1 hingga Desil 5: KPM yang berada di kelompok ekonomi terbawah hingga menengah bawah masih menjadi sasaran utama program bansos pada tahap awal 2026.
  2. Pencairan Akhir 2025 Berjalan Lancar: Jika bansos PKH atau BPNT cair penuh hingga Tahap 4 (Oktober–Desember 2025), hal ini mengindikasikan validitas data yang kuat dan peluang besar untuk melanjutkan penerimaan bantuan. KPM dengan status Standing Instruction (SI) atau yang masih dapat mengecek saldo rekeningnya berpotensi masuk dalam pencairan awal 2026.
  3. Termasuk Kategori Prioritas: KPM dengan komponen prioritas seperti lansia usia 60 tahun ke atas atau penyandang disabilitas berat, selama berada di desil 1-5, kepesertaan mereka biasanya diperpanjang secara otomatis.
  4. Belum Terkena Aturan Graduasi 5 Tahun: Mulai tahun 2026, pemerintah akan menerapkan graduasi bertahap bagi KPM PKH yang telah menerima bantuan selama lima tahun berturut-turut. KPM yang belum mencapai batas waktu ini masih berpeluang.
  5. KPM Baru Tahun 2025: KPM yang baru terdaftar pada Tahap 3 atau Tahap 4 tahun 2025 tergolong sebagai penerima baru. Jika data KTP dan Kartu Keluarga (KK) sudah sinkron dengan data Dukcapil, peluang untuk melanjutkan bantuan di 2026 cukup besar.

Kuota dan Nominal Bantuan

Mureks mencatat bahwa berdasarkan data sementara pemerintah, program PKH diperkirakan akan menjangkau sekitar 10 juta KPM. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait kenaikan nominal bantuan. Oleh karena itu, besaran bansos yang akan disalurkan pada tahun 2026 diperkirakan masih sama seperti nominal yang berlaku pada tahun 2025.

Mureks