Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) bergerak cepat mengirimkan bantuan logistik untuk korban banjir bandang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Bantuan ini disalurkan menyusul bencana yang melanda empat kecamatan, menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, menegaskan komitmen Kemensos dalam penanganan bencana. “Kita terus bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk Pemda untuk menyalurkan bantuan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis pada Senin, 5 Januari 2026.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Menurut Mureks, rincian bantuan yang akan disalurkan mencakup 100 lembar kasur, 200 lembar selimut, 200 paket makanan anak, 50 lembar tenda gulung, 200 paket family kit, 100 paket kidsware, 400 paket makanan siap saji, 500 paket lauk pauk siap saji, serta 500 kilogram beras.
Gus Ipul menambahkan bahwa proses pengiriman bantuan logistik ini dilakukan melalui jalur laut. “Barang-barang tersebut dikirim menggunakan jalur laut pada 5 Januari 2026 malam,” ungkapnya, memastikan bantuan segera mencapai lokasi terdampak.
Banjir bandang di Kabupaten Sitaro dilaporkan terjadi pada Senin (5/1) sekitar pukul 03.00 WITA. Peristiwa ini diduga kuat akibat curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Kepulauan Siau, memicu aliran air deras yang membawa material batu, kayu, dan lumpur.
Dampak bencana ini sangat parah, mengakibatkan kerusakan signifikan pada pemukiman warga dan fasilitas umum. Selain itu, musibah ini juga merenggut korban jiwa dan menyebabkan banyak warga terluka.
Empat kecamatan yang paling terdampak banjir bandang adalah Kecamatan Siau Timur, Kecamatan Siau Timur Selatan, Kecamatan Siau Barat, dan Kecamatan Siau Barat Selatan.
Saat ini, para korban mengungsi di beberapa titik aman. Data sementara mencatat 37 Kepala Keluarga (KK) atau 105 jiwa mengungsi di Gereja Betabara Paseng, sementara 54 KK atau 287 jiwa lainnya berada di Museum Ulu. Total pengungsi di dua lokasi tersebut mencapai 91 KK atau 392 jiwa.
Menanggapi situasi darurat ini, Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) tanggap darurat bencana banjir bandang Nomor 1 Tahun 2026. SK tersebut menetapkan status tanggap darurat mulai tanggal 5 hingga 18 Januari 2026.
Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulawesi Utara bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (Tagana) juga telah bergerak menuju Kepulauan Siau. Mereka membawa logistik tambahan dan mempersiapkan pendirian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Pemenuhan kebutuhan dilakukan melalui pembelanjaan langsung mengingat akses ke lokasi yang terbatas dan hanya bisa menggunakan perahu dengan daya angkut terbatas.






