JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menggenjot pengembangan kawasan industri yang sejalan dengan kebijakan nasional dan kebutuhan strategis jangka panjang. Upaya ini difokuskan pada pembentukan kawasan industri tematik yang berpotensi menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), disesuaikan dengan karakteristik dan fokus pengembangannya.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, arah pengembangan kawasan industri ke depan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Namun, juga harus selaras dengan kebijakan pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor strategis.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Kawasan Industri Tematik untuk Ketahanan Nasional
“Kita akan mengupayakan pembentukan kawasan industri yang nantinya bisa kita arahkan menjadi PSN atau KEK. Hal ini sangat tergantung pada tema atau tematik kawasan tersebut, agar benar-benar selaras dengan apa yang dibutuhkan oleh negara,” ujar Menperin Agus Gumiwang dalam Konferensi Pers Kinerja Industri Manufaktur Tahun 2025 dan Outlook Industri Manufaktur 2026 di Jakarta, Rabu (31/12).
Menurut Agus, Kemenperin akan melakukan penilaian selektif terhadap setiap usulan pengembangan kawasan industri. Prioritas utama adalah kesesuaian dengan kebijakan pemerintah, seperti ketahanan energi, ketahanan pangan, dan kebijakan strategis lainnya yang menjadi fondasi pembangunan nasional.
“Yang akan kita lihat, kawasan industri itu harus memang in line atau paralel dengan kebijakan kita. Misalnya kebijakan ketahanan energi dan kebijakan ketahanan pangan,” jelasnya, seperti yang dicatat oleh tim redaksi Mureks.
Lebih lanjut, Menperin juga menekankan bahwa pengembangan kawasan industri akan diarahkan untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita, khususnya Asta Cita kelima, yaitu mewujudkan layanan kesehatan yang berkualitas, adil, dan merata. Dalam konteks industri, hal ini berarti memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor kesehatan nasional.
“Sebetulnya kata lain dari itu adalah ketahanan di bidang kesehatan, atau kesehatan yang berdikari. Kawasan-kawasan industri, PSN, maupun KEK yang akan kita kembangkan ke depan, akan kita arahkan juga ke sana,” tegas Agus Gumiwang.
Biotown: Pusat Industri Farmasi Berbasis Herbal Lokal
Sebagai langkah konkret, Kemenperin baru-baru ini menerima proposal dari sebuah grup usaha besar yang tertarik membangun kawasan industri tematik bernama Biotown. Kawasan ini dirancang sebagai pusat pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan nasional.
“Dari Biotown ini, diharapkan akan memperkuat kemampuan Indonesia dalam memproduksi obat-obatan dan alat-alat kesehatan,” ungkap Agus.
Menariknya, konsep Biotown juga menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya alam Indonesia sebagai basis produksi, khususnya bahan baku herbal dan sumber hayati lokal. “Yang lebih menarik lagi, obat-obatan yang dikembangkan nantinya akan berbasis sumber daya alam Indonesia, berbasis herbal, dan berbasis apa yang dihasilkan oleh kekayaan alam kita sendiri,” tambahnya.
Menperin menilai, pengembangan kawasan industri dengan pendekatan tematik seperti Biotown merupakan contoh ideal yang perlu terus dicari dan didorong. Model ini tidak hanya menciptakan nilai tambah industri, tetapi juga memperkuat kemandirian nasional dan selaras dengan arah kebijakan Presiden, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga ketahanan dan kemampuan di bidang kesehatan.
“Tematik-tematik seperti ini yang perlu kita cari dan kita dorong ke depan, tentu dengan tetap memastikan keselarasan penuh dengan kebijakan Bapak Presiden,” pungkasnya.






