Tren

Kemenekraf Tegaskan Kontribusi Signifikan Ekonomi Kreatif dari Daerah pada Retret Kabinet Merah Putih

JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyoroti peran krusial sektor ekonomi kreatif (ekraf) dari daerah sebagai pendorong utama pertumbuhan perekonomian nasional. Penegasan ini disampaikan dalam retret Kabinet Merah Putih yang digelar bersama Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan sepanjang tahun 2025.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menyatakan, “Ekonomi kreatif telah membuktikan diri sebagai kontributor nyata bagi perekonomian nasional. Pertumbuhannya melampaui rata-rata nasional dan menunjukkan bahwa potensi terbesar Indonesia justru tumbuh dari daerah.” Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu, 7 Januari 2026.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Fokus Kemenekraf pada Distribusi dan Pemulihan Pascabencana

Dalam upaya memperkuat distribusi dan konsumsi produk ekonomi kreatif, Kemenekraf memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan melakukan peninjauan di sejumlah wilayah. Daerah yang menjadi fokus antara lain Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Selain itu, Kemenekraf juga memberikan perhatian serius terhadap pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program pemulihan ekonomi dan kemanusiaan digenjot untuk memastikan para pegiat ekraf dapat bangkit kembali. Berbagai inisiatif yang disiapkan mencakup:

  • Pelatihan Kreasi Batik
  • Residensi Kreatif
  • Pelatihan Masak Bersama Master
  • Workshop Menjahit Busana Ready to Wear
  • Akselerasi Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam
  • Workshop Desain Kemasan bagi pegiat ekraf

Tidak hanya itu, kegiatan melukis bagi anak-anak juga digelar sebagai bagian dari pemulihan psikososial berbasis seni. Menteri Teuku Riefky menegaskan, “Pemulihan ekonomi kreatif harus dilakukan secara holistik bukan hanya membangun kembali produksi, tetapi juga mengembalikan harapan dan daya saing pelaku.”

Kinerja Positif Sektor Ekonomi Kreatif Sepanjang 2025

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) mencatat kinerja positif yang ditopang oleh realisasi Indeks Kinerja Utama (IKU), penguatan program prioritas, pemanfaatan momentum Nataru, serta langkah pemulihan pascabencana.

Mureks mencatat bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor ekonomi kreatif berhasil menyerap 27,4 juta tenaga kerja, melampaui 107 persen dari target tahun 2025. Lebih dari separuh tenaga kerja tersebut merupakan generasi muda berusia di bawah 40 tahun.

Kinerja positif juga terlihat pada sektor ekspor. Hingga Oktober 2025, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai 26,68 miliar dollar AS, atau 11,96 persen dari total ekspor nonmigas nasional. Angka ini merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, realisasi investasi sektor ekraf hingga triwulan III 2025 tercatat sebesar 132,04 triliun rupiah, mencapai 107 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Arahan Presiden Prabowo untuk Tahun 2026

Dalam retret yang mengawali tahun 2026 ini, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh jajaran kabinet untuk merumuskan langkah strategis dalam menjawab tantangan nasional dan mempercepat pembangunan ke depan. Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa fokus pemerintah ke depan akan diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan rakyat, serta keberlanjutan program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Mureks