Di tengah gempuran inovasi nirkabel yang menawarkan kepraktisan tanpa batas, sebuah tren menarik mulai kembali mengemuka di tahun 2026: kembalinya popularitas headphone berkabel. Fenomena ini menantang dominasi perangkat nirkabel yang telah menjadi pilihan utama banyak konsumen selama bertahun-tahun, terutama sejak Apple menghilangkan headphone jack dari lini iPhone.
Tammy Rogers, seorang Editor Audio dari Tom’s Guide, dalam artikelnya pada 9 Januari 2026, berargumen bahwa di balik segala kemudahan yang ditawarkan teknologi nirkabel, daya tarik headphone berkabel justru terletak pada kesederhanaan penggunaan yang berpadu dengan kompleksitas pilihan dan kualitas suara yang superior.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Bebas Khawatir Baterai Habis
Salah satu keuntungan paling signifikan dari headphone berkabel adalah absennya kekhawatiran akan daya baterai. Tidak ada lagi momen frustrasi saat hendak mendengarkan musik namun menemukan perangkat tidak terisi penuh. Headphone jenis ini mendapatkan daya langsung dari perangkat pemutar, menghilangkan kebutuhan akan pengisian daya terpisah.
Cukup ambil, masukkan ke tas, dan sambungkan kabel saat ingin menggunakannya. Kesederhanaan ini menjadi alasan utama mengapa banyak pengguna mulai melirik kembali opsi berkabel.
Kualitas Suara Lebih Unggul dengan Harga Terjangkau
Untuk mendapatkan kualitas suara terbaik dari headphone nirkabel, konsumen seringkali harus merogoh kocek ratusan dolar. Namun, menurut Rogers, perbandingan harga-ke-performa suara sangat menguntungkan headphone berkabel. Model seperti Fiio FT13, misalnya, menawarkan kualitas audio yang jauh lebih baik dengan harga yang lebih rendah dibandingkan Sony WH-1000XM6.
Headphone berkabel tidak perlu memikirkan fitur ganda atau tiga kali lipat seperti Active Noise Cancellation (ANC) atau fitur pintar lainnya. Fokus utamanya hanya pada reproduksi suara, dan mereka melakukannya dengan sangat baik, menjadikannya pilihan ideal bagi audiophile dengan anggaran terbatas.
Kenyamanan Optimal untuk Penggunaan Jangka Panjang
Meskipun tidak berlaku untuk semua model, menemukan headphone berkabel yang nyaman seringkali lebih mudah dibandingkan versi nirkabel. Hal ini karena headphone berkabel cenderung lebih ringan dan memiliki komponen internal yang lebih sedikit. Banyak model dilengkapi dengan bantalan kulit (atau sejenisnya) yang mewah dan desain suspension band yang ergonomis.
Rogers bahkan mengaku pernah mengenakan model berkabel selama berjam-jam dan melupakannya sama sekali, bahkan saat tidak mendengarkan musik. Untuk kenyamanan maksimal, disarankan mencari model dengan suspension band kulit dan earcup yang berbentuk, serta mencoba langsung sebelum membeli.
Kompatibilitas Luas di Berbagai Perangkat
Di era di mana tidak semua perangkat modern mendukung Bluetooth, dan beberapa bahkan secara spesifik tidak menganjurkan penggunaan headphone nirkabel (seperti Xbox Series X), headphone berkabel menawarkan solusi universal. Hampir semua perangkat, baik yang lama maupun baru, dapat bekerja dengan headphone berkabel.
Ponsel modern mungkin memerlukan dongle murah, namun konsol game seperti Xbox Series X dan Nintendo Switch 2 memiliki jack 3.5mm pada kontroler atau sistemnya. Bahkan laptop, hampir pasti memiliki headphone jack. Ini berarti pengguna dapat kembali menikmati koleksi musik dari iPod lama atau perangkat lain yang mungkin tersimpan di laci.
Mureks merangkum, fleksibilitas konektivitas ini menjadi nilai tambah yang tak terbantahkan bagi headphone berkabel di tengah ekosistem perangkat yang semakin beragam.
Beberapa Kompromi yang Harus Diterima
Tentu saja, memilih headphone berkabel berarti harus menerima beberapa kompromi. Yang paling utama adalah absennya fitur Active Noise Cancellation (ANC), teknologi yang mampu mengisolasi pengguna dari kebisingan lingkungan. Ini bisa menjadi pertimbangan serius bagi mereka yang sering bepergian dengan pesawat atau transportasi bising lainnya.
Selain itu, pengguna juga akan kehilangan fitur-fitur canggih yang terintegrasi dalam aplikasi, seperti audio spasial atau penyesuaian EQ. Namun, bagi sebagian orang, kemampuan untuk tetap mendengar apa yang terjadi di sekitar justru memberikan kebebasan tersendiri.
Pada akhirnya, Rogers menyimpulkan bahwa kompromi ini sepadan dengan keuntungan yang didapat, atau setidaknya, memiliki kedua jenis headphone bisa menjadi solusi terbaik.






