Kementerian Sosial (Kemensos) membuka peluang keberlanjutan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) sebesar Rp900 ribu pada tahun ini. Namun, keputusan tersebut akan sangat bergantung pada kondisi anggaran pemerintah serta arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, saat ditemui di Jakarta pada Jumat (9/1), menjelaskan bahwa BLTS merupakan inisiasi dari Presiden untuk menstimulus daya beli masyarakat pada akhir tahun lalu. Program ini bersifat sementara dan dapat kembali diberikan apabila situasi memungkinkan.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
“Bisa jadi itu (berlanjut), kita lihat situasi dan kondisi serta kebijakan dari Bapak Presiden,” kata Saifullah Yusuf.
Saifullah Yusuf berpendapat, peningkatan alokasi anggaran belanja bantuan sosial pemerintah menunjukkan “angin segar” bagi potensi keberlanjutan bantuan. Catatan Mureks menunjukkan, peningkatan anggaran belanja bantuan sosial pemerintah menjadi salah satu indikator potensi keberlanjutan program.
Kemensos mengkonfirmasi telah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp110 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk bantuan sosial reguler, penebalan bantuan sosial pada Juni dan Juli, serta BLTS senilai Rp900 ribu untuk triwulan terakhir 2025, yakni Oktober, November, dan Desember.
Dari total alokasi tersebut, Kementerian Sosial berhasil menjangkau sebanyak 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesuai data yang telah terverifikasi.
Keakuratan data para KPM juga akan menjadi faktor utama dalam menentukan keberlanjutan program BLTS, selain kesiapan anggaran. Hal ini penting untuk memastikan bantuan sosial tetap tepat sasaran dan efektif.
Kendati demikian, Saifullah memastikan bahwa program penyaluran bantuan sosial reguler tetap berjalan. Program tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) bagi sekitar 10 juta KPM serta Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) untuk lebih dari 17 juta KPM.
“Terkait tadi, ya, untuk kuota 2026, sementara masih memprioritaskan penyaluran bantuan sosial reguler PKH dan BPNT,” ujarnya.






