Lifestyle

Kemenag Pangkas Anggaran Program Rp 66,4 Miliar, Prioritaskan Bantuan Pemulihan Bencana Sumatera

Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah solidaritas dengan mengalihkan sebagian besar anggaran programnya untuk membantu korban bencana di Sumatera. Total Rp 66,470 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang semula dialokasikan untuk berbagai program Kemenag, kini dikonsentrasikan untuk penanganan dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Keputusan ini juga berimbas pada perayaan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kemenag yang digelar secara sederhana pada Senin, 5 Januari 2026, sebagai bentuk empati terhadap masyarakat terdampak.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa perayaan HAB tahun ini sengaja dibuat tidak meriah. “Biasanya kita melakukan agak sedikit ramai. Tapi karena ada solidaritas terhadap sahabat-sahabat kita di Sumatera, terutama di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, maka kita melakukan peringatan ini dengan sederhana. Dan dana-dana yang kita miliki itu kita konsentrasikan untuk memberikan bantuan terhadap mereka yang terdampak,” ujar Nasaruddin dalam acara Tasyakuran HAB ke-80 di Gedung Kemenag Thamrin, Jakarta Pusat.

Nasaruddin juga mengungkapkan adanya ‘hikmah’ di balik penundaan pencairan beberapa program Kemenag oleh Kementerian Keuangan sebelumnya. Dana yang sempat tertunda tersebut akhirnya mendapat izin untuk direlokasi sebagai bantuan kemanusiaan. “Alhamdulillah Kementerian Agama ada hikmahnya. Beberapa programnya itu di pending pencairan dananya oleh Kementerian Keuangan kemarin dan ternyata diberikan izin untuk melakukan relokasi. Itulah sebabnya kami lumayan memberikan angka-angka yang sangat signifikan untuk membantu masyarakat kita,” jelasnya. Mureks mencatat bahwa kebijakan relokasi anggaran ini menunjukkan respons cepat pemerintah dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Secara keseluruhan, total bantuan kemanusiaan yang berhasil dihimpun mencapai Rp 155 miliar. Angka fantastis ini merupakan gabungan dari dana APBN senilai Rp 66,470 miliar, donasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat melalui program ‘Kemenag Peduli’, serta dukungan dari lembaga-lembaga seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Forum Zakat (FOZ), dan Poroz.

Renovasi Madrasah dan Pondok Pesantren Jadi Prioritas

Penyaluran bantuan Rp 155 miliar tersebut akan dilakukan secara bertahap. Selain menyediakan bantuan logistik mendesak, Kemenag memprioritaskan pemulihan fasilitas pendidikan dan tempat ibadah yang mengalami kerusakan parah akibat bencana. “Nanti dalam bentuk bertahap. Ada renovasi, kemudian juga ada pengadaan-pengadaan seperti alat-alat tulis-menulis yang sementara kita sedang garap ini,” tutur Nasaruddin.

Meskipun demikian, Menteri Agama mengakui bahwa proses renovasi fisik bangunan menghadapi tantangan di lapangan, terutama pascabanjir. “Karena tanahnya masih basah, masih banjir, kemudian juga jembatannya belum tersambung sebagian. Tapi alhamdulillah sekarang ini rata-rata jembatan sudah tersambung dan demikian sudah ada waktu dan kesempatan untuk melanjutkan renovasi-renovasi rumah-rumah ibadah, madrasah, dan pondok pesantren yang merupakan tanggung jawab kita,” pungkas Nasaruddin.

Tim redaksi Mureks mengidentifikasi bahwa dana bantuan ini ditargetkan untuk pemulihan 1.137 masjid, 500 madrasah, 357 pesantren, dan 13 perguruan tinggi keagamaan Islam yang terdampak. Selain itu, bantuan juga dialokasikan untuk 11.202 guru madrasah, 1.122 tenaga kependidikan, serta 112.964 siswa madrasah.

Hingga saat ini, Kemenag mencatat 935 masjid telah berhasil dipulihkan, 9.000 mushaf Al-Qur’an telah tersalurkan, dan 435 madrasah terdampak sudah siap untuk kegiatan belajar-mengajar. Berbagai bantuan lain yang telah disalurkan meliputi 5.886 paket sarana pembelajaran (meja, kursi, papan tulis, laptop, dan printer), 6.410 paket alat kebersihan, dan 792 paket peralatan darurat seperti tenda, genset, pompa air, dan alat semprot.

Mureks