Lifestyle

Keajaiban Isra Miraj: Bagaimana Nabi Muhammad Menempuh 1.500 Km Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam Semalam?

Peristiwa Isra Miraj menjadi salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam, menandai perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Perjalanan spiritual ini, yang terjadi dalam satu malam, bukan hanya menegaskan kebesaran Allah SWT tetapi juga memuliakan kedudukan Rasulullah sebagai utusan-Nya.

Jarak ribuan kilometer antara kedua masjid suci ini menjadi sorotan utama, menunjukkan keajaiban yang melampaui batas nalar manusia pada masanya.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Perjalanan Suci yang Terabadikan dalam Al-Qur’an

Menurut Syofyan Hadi dalam buku Kisah Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Isra dimaknai sebagai perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Perjalanan ini kemudian dilanjutkan dengan Miraj, yaitu naik menghadap Allah SWT hingga mencapai batas tertinggi yang dapat dijangkau makhluk, Sidratul Muntaha.

Allah SWT secara langsung mengabadikan peristiwa Isra Miraj dalam firman-Nya di surah Al-Isra ayat 1:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Latin: Subḥānal-lażī asrā bi’abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bārāknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī’ul-baṣīr(u).

Artinya: “Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al-Isrā’: 1)

Tafsir Kementerian Agama RI menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan Isra sebagai perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis atas kehendak Allah. Peristiwa ini merupakan bentuk pemuliaan di tengah kesulitan dakwah yang dihadapi Rasulullah.

Perjalanan singkat ini, menurut tafsir tersebut, adalah tanda kebesaran Allah untuk memperlihatkan sebagian kekuasaan-Nya. Allah juga menegaskan sifat-Nya sebagai Maha Mendengar dan Maha Melihat, yang mengetahui perjuangan hamba-Nya.

Jarak 1.500 Kilometer yang Ditempuh dalam Semalam

Jarak antara Masjidil Haram di Makkah dan Masjidil Aqsa di Palestina diperkirakan mencapai sekitar 1.500 kilometer. Angka ini, menurut Mureks, menjadi kunci untuk memahami betapa luar biasanya peristiwa Isra Miraj.

Dalam buku Kejadian Isra’ Mi’raj: Sebelum-Saat-Sesudah karya Shabri Shaleh Anwar, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW menyampaikan kepada masyarakat Arab kala itu bahwa beliau telah menempuh perjalanan tersebut dalam satu malam. Pernyataan ini sontak menimbulkan beragam reaksi.

Pada masa itu, unta adalah sarana transportasi tercepat, dan untuk menempuh jarak 1.500 kilometer diperlukan waktu sekitar satu hingga dua bulan perjalanan. Oleh karena itu, sebagian masyarakat Arab Jahiliyah meragukan, bahkan menolak peristiwa tersebut. Mereka menuduh Nabi Muhammad SAW “tidak masuk akal” dan menyamakannya dengan “orang yang terkena sihir atau kegilaan,” sebab menganggap mustahil perjalanan sejauh itu dapat dilakukan hanya dalam satu malam.

Namun, sebagaimana dijelaskan Ridwan Abqary dalam 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur’an, jauhnya jarak tersebut tidak menjadi penghalang. Dengan izin Allah SWT, Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril dapat menempuh perjalanan itu dalam waktu yang sangat singkat.

Buraq: Kendaraan Mukjizat dari Cahaya

Perjalanan luar biasa itu terwujud karena Rasulullah SAW menaiki Buraq. Shabri Shaleh Anwar menggambarkan Buraq sebagai kendaraan yang menyerupai burung, dengan ukuran tubuh lebih besar dari keledai namun lebih kecil dibandingkan kuda atau unta. Buraq bukanlah jenis hewan pada umumnya, karena tidak diciptakan dengan unsur daging, tulang, maupun darah.

Buraq merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang berasal dari cahaya. Keberadaannya dikenal oleh umat manusia secara luas ketika digunakan oleh Rasulullah SAW sebagai sarana perjalanan Isra dan Miraj. Digambarkan sebagai makhluk bercahaya yang mampu melesat sangat cepat, Buraq memungkinkan perjalanan panjang tersebut dilalui dalam waktu yang singkat, menegaskan statusnya sebagai bagian dari mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Mureks