Lifestyle

44 Hari Menuju Ramadan 2026: Kemenag dan Muhammadiyah Perkirakan Awal Puasa Februari

Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah semakin dekat, memicu banyak pertanyaan mengenai kapan tepatnya awal puasa 2026. Informasi ini krusial tidak hanya untuk persiapan ibadah, tetapi juga untuk merencanakan aktivitas kerja, sekolah, hingga libur panjang Lebaran.

Lalu, sebenarnya berapa minggu lagi puasa 2026 dimulai? Berikut ini perhitungannya berdasarkan kalender dan perkiraannya yang dapat digunakan untuk menyusun rencana kerja, sekolah, hingga libur Lebaran tahun 2026.

Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.

Perkiraan Awal Puasa Ramadan 2026

Puasa Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan akan berlangsung pada pertengahan Februari 2026. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang dirilis pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag), awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Jika mengacu pada tanggal ini, maka puasa akan dimulai dalam 44 hari lagi, atau sekitar 6 minggu 2 hari sejak 6 Januari 2026. Adapun Idul Fitri 2026 diprediksi jatuh pada 21 Maret 2026. Meski demikian, perlu diingat bahwa seluruh tanggal tersebut masih bersifat perkiraan. Penetapan resmi awal Ramadan dan Idul Fitri 2026 tetap menunggu hasil sidang isbat yang dilakukan pemerintah.

Sementara itu, merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digunakan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, awal Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Tanggal ini lebih cepat satu hari dibandingkan perkiraan kalender Kementerian Agama.

Jika dihitung mulai 6 Januari 2026, maka puasa Ramadan 2026 menurut perhitungan Muhammadiyah akan dimulai dalam 43 hari lagi, atau sekitar 6 minggu 1 hari. Berdasarkan perhitungan tersebut, puasa Ramadan versi Muhammadiyah diperkirakan berlangsung selama 30 hari, yakni hingga 19 Maret 2026. Dengan demikian, Idul Fitri 1447 H/2026 M menurut hisab Muhammadiyah diprediksi jatuh pada 20 Maret 2026.

Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2026

Pemerintah sudah menetapkan jadwal libur nasional dan cuti bersama Lebaran 2026 melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ketentuan ini tercantum dalam SKB Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Berdasarkan keputusan tersebut, libur nasional Lebaran 2026 ditetapkan pada 21 dan 22 Maret 2026. Sementara itu, cuti bersama Lebaran ditetapkan pada 20, 23, dan 24 Maret 2026. Dengan jadwal ini, masyarakat memiliki waktu libur yang cukup panjang untuk merayakan Idul Fitri dan berkumpul bersama keluarga. Berikut rinciannya:

  • Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama Lebaran
  • Sabtu, 21 Maret 2026: Libur nasional Lebaran
  • Minggu, 22 Maret 2026: Libur nasional Lebaran
  • Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama Lebaran
  • Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama Lebaran

Selain itu, untuk Lebaran Haji atau Idul Adha 1447 H, pemerintah menetapkan satu hari libur nasional pada Rabu, 27 Mei 2026, dan cuti bersama pada Kamis, 28 Mei 2026.

Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026

Berikut ini jadwal lengkap hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026:

TanggalKeterangan
Kamis, 1 Januari 2026Libur Tahun Baru 2026 Masehi
Jumat, 16 Januari 2026Libur Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
Senin, 16 Februari 2026Cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
Selasa, 17 Februari 2026Libur Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
Rabu, 18 Maret 2026Cuti bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
Kamis, 19 Maret 2026Libur Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
Jumat, 20 Maret 2026Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Sabtu, 21 Maret 2026Libur Hari Raya Idul Fitri 1477 Hijriah
Minggu, 22 Maret 2026Libur Hari Raya Idul Fitri 1477 Hijriah
Senin, 23 Maret 2026Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Selasa, 24 Maret 2026Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Jumat, 3 April 2026Libur Wafat Yesus Kristus
Minggu, 5 April 2026Libur Hari Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah)
Jumat, 1 Mei 2026Libur Hari Buruh Internasional
Kamis, 14 Mei 2026Libur Kenaikan Yesus Kristus
Jumat, 15 Mei 2026Cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus
Rabu, 27 Mei 2026Libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
Kamis, 28 Mei 2026Cuti bersama Hari Raya Idul Adha 1447 H
Minggu, 31 Mei 2026Libur Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE)
Senin, 1 Juni 2026Libur Hari Lahir Pancasila
Selasa, 16 Juni 2026Libur 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Senin, 17 Agustus 2026Libur Proklamasi Kemerdekaan
Selasa, 25 Agustus 2026Libur Maulid Nabi Muhammad SAW
Kamis, 24 Desember 2026Cuti bersama Kelahiran Yesus Kristus
Jumat, 25 Desember 2026Libur Kelahiran Yesus Kristus (Natal)

Tips Persiapan Menyambut Bulan Ramadan

Menyambut bulan suci yang penuh berkah, ada beberapa persiapan penting yang dapat dilakukan umat Islam untuk memastikan ibadah Ramadan berjalan lancar dan maksimal:

1. Membayar Utang Puasa Ramadan

Melunasi utang puasa dari Ramadan sebelumnya adalah persiapan utama. Bagi yang masih memiliki kewajiban puasa qadha, sangat dianjurkan untuk segera menunaikannya sebelum Ramadan tiba.

2. Perbanyak Melakukan Puasa Sunnah di Bulan Syakban

Di bulan Syakban, Rasulullah SAW dikenal sering menjalankan puasa sunnah. Puasa ini bisa menjadi latihan agar tubuh dan ibadah lebih siap saat memasuki puasa Ramadan. Meski demikian, ada hal yang perlu diperhatikan. Umat Islam tidak dianjurkan berpuasa satu atau dua hari menjelang Ramadan. Tujuannya agar puasa sunnah di bulan Syakban tidak bercampur dengan puasa wajib Ramadan, sehingga waktu ibadah tetap jelas dan sesuai ketentuan. Dari Abu Hurairah RA, ia berkata Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Muslim dan Bukhari).

3. Memperbanyak Baca Al-Quran

Pada bulan Ramadan, umat Islam biasanya lebih rutin membaca Al-Quran. Oleh karena itu, sebelum Ramadan datang, ada baiknya mulai membiasakan diri untuk sering membaca Al-Quran agar ibadah di bulan suci terasa lebih ringan dan lancar.

4. Membekali Diri dengan Ilmu Puasa Ramadan

Sebelum Ramadan tiba, penting untuk memahami ilmu seputar puasa, mulai dari hukum, tata cara, hingga aturan syariat yang harus diperhatikan. Selain itu, mempelajari keutamaan bulan Ramadan dan cara meraih pahalanya sesuai tuntunan Rasulullah SAW juga sangat diperlukan. Dengan bekal ilmu ini, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih benar dan maksimal. Mureks mencatat bahwa pemahaman yang kuat akan syariat puasa akan meningkatkan kualitas ibadah.

Mureks