Lifestyle

Memahami Makna dan Keutamaan Surat Al-Waqiah: Panduan Lengkap Bacaan, Terjemahan, dan Tafsir

Surat Al-Waqiah merupakan salah satu surat dalam Al-Qur’an yang sarat akan pelajaran dan keutamaan. Surat ke-56 ini terdiri dari 96 ayat dan tergolong sebagai surat Makkiyah, diturunkan di Mekkah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Untuk memudahkan umat muslim dalam membaca dan memahami makna yang terkandung di dalamnya, berikut disajikan bacaan lengkap dalam bahasa Arab, tulisan latin, terjemahan, serta tafsir singkatnya.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Bacaan Surat Al-Waqiah, Arab, Latin, dan Terjemahan

Berikut adalah beberapa ayat awal dari Surat Al-Waqiah yang menjelaskan tentang permulaan hari kiamat:

اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ ١
Iżā waqa’atil-wāqi’ah(tu).
Artinya: “Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),”

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ ٢
Laisa liwaq’atihā kāżibah(tun).
Artinya: “tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.”

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ ٣
Khāfiḍatur rāfi’ah(tun).
Artinya: “(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).”

(Seluruh 96 ayat Surat Al-Waqiah beserta terjemahannya dapat ditemukan dalam Al-Qur’an atau aplikasi digital terkait.)

Tafsir Singkat Surat Al-Waqiah

Menurut Tafsir Ibnu Katsir versi Indonesia, Al-Waqiah adalah salah satu nama lain dari hari kiamat. Penamaan ini menegaskan bahwa hari kiamat adalah peristiwa yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Apabila Allah SWT telah menetapkan terjadinya, tidak ada makhluk yang mampu mencegahnya.

Dalam surat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa pada hari kiamat, sebagian golongan akan direndahkan hingga ke Neraka Jahim, meskipun di dunia mereka memiliki kedudukan tinggi. Sebaliknya, ada kaum yang diangkat derajatnya setinggi-tingginya hingga dimasukkan ke dalam Surga Na’im yang kekal, meskipun di dunia mereka dianggap rendah. Penjelasan ini diriwayatkan dari Al-Hasan, Qatadah, dan ulama lainnya.

Allah SWT juga berfirman, “Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya.” Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini sebagai gambaran guncangan bumi yang sangat kuat di seluruh bagiannya. Gunung-gunung akan hancur seperti debu yang beterbangan, naik ke udara, lalu lenyap tanpa menyisakan apa pun, sebagaimana diriwayatkan Abu Ishaq dari Al-Harits, dari Ali.

Pada hari kiamat, manusia akan terbagi menjadi tiga golongan. Pertama, golongan kanan, yang catatan amal perbuatannya diberikan melalui tangan kanan dan ditempatkan di sebelah kanan ‘Arsy. Kedua, golongan kiri, yang catatan amalnya diberikan melalui tangan kiri dan umumnya merupakan penghuni neraka. Ketiga, golongan yang paling dahulu menghadap Allah SWT, yang paling istimewa, mulia, dan dekat kedudukannya. Golongan ini mencakup para rasul, nabi, ash-shiddiqun, dan syuhada, yang jumlahnya lebih sedikit dari golongan kanan. Mureks mencatat bahwa siapa pun yang berlomba-lomba dalam kebaikan di dunia, akan menjadi yang pertama memperoleh kemuliaan di akhirat.

Asbabun Nuzul Surat Al-Waqiah

Surat Al-Waqiah, surat ke-56 dalam Al-Qur’an dan berada di juz ke-27, diturunkan sebagai pengingat akan kepastian hari kiamat. Surat ini menjelaskan tentang peristiwa hari kiamat, penciptaan manusia, api, serta berbagai jenis tumbuhan sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Di dalamnya juga diterangkan keadaan penghuni neraka dan siksa bagi orang-orang yang mengingkari hari kiamat, serta menegaskan adanya hari kebangkitan, pembalasan, dan kehidupan akhirat sebagai tempat kembali setelah dunia.

Isi Kandungan Surat Al-Waqiah

Secara garis besar, Surat Al-Waqiah menjelaskan peristiwa hari kiamat dan kehancuran total bumi. Surat ini juga menguraikan balasan bagi orang-orang yang bertakwa berupa kenikmatan besar, serta gambaran kondisi dan akibat yang akan dialami oleh para pendurhaka atas perbuatan mereka.

Hadits Keutamaan Membaca Surat Al-Waqiah

Beberapa hadits menyebutkan keutamaan membaca Surat Al-Waqiah, terutama terkait perlindungan dari kemiskinan dan kelancaran rezeki:

  • Mencegah Kemiskinan: “Barang siapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, dia tidak akan mengalami kefakiran (kemelaratan).” (HR Al-Baihaqi)
  • Melancarkan Rezeki: “Ajarkan surat Al-Waqiah kepada istri-istrimu, karena sesungguhnya Al-Waqiah merupakan surat kekayaan.” (HR Ibnu Ady)

Wallahu a’lam.

Mureks