Karantina Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau mencatat nilai ekspor komoditas unggulan dari Kabupaten Kapuas Hulu mencapai hampir Rp 1,1 miliar pada awal tahun 2026. Angka ini menandai optimisme terhadap akselerasi perekonomian di wilayah perbatasan.
Adrian Prasetiyo, Penanggungjawab Satuan Pelayanan Karantina PLBN Badau, mengungkapkan bahwa dua jenis komoditas utama yang berhasil diekspor ke negara tetangga adalah ikan air tawar segar dan Palm Kernel Expeller (PKE) atau yang dikenal sebagai bungkil kelapa sawit.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
“Melalui aplikasi BESTTRUST, kami mencatat 544,350 ton komoditas unggulan Kapuas Hulu dengan nilai mendekati 1,1 Milyar. Adapun detail nilai tersebut masing masing dari ekspor berbagai jenis ikan air tawar sebanyak 1,310 ton dengan nilai Rp 90.850.000,00 juta rupiah dan ekspor Palm Kernel Expeller/Bungkil Kelapa Sawit sebanyak 543,040 ton dengan nilai Rp 980.098.134,00. Ini merupakan awal yang sangat baik dalam upaya kita semua untuk mengakselerasi perekonomian di perbatasan,” jelas Adrian pada Jumat, 09 Januari 2026.
Secara rinci, ekspor ikan air tawar segar menyumbang 1,310 ton dengan nilai Rp 90,85 juta. Sementara itu, Palm Kernel Expeller mendominasi dengan volume 543,040 ton senilai Rp 980,09 juta. Dalam ringkasan Mureks, total volume ekspor yang tercatat melalui aplikasi BESTTRUST mencapai 544,350 ton.
Karantina PLBN Badau, yang berfungsi sebagai economic tools, berkomitmen penuh untuk mempercepat aktivitas ekspor di perbatasan. Hal ini dilakukan melalui sertifikasi komoditas unggulan Kapuas Hulu, sekaligus memastikan bahwa produk-produk tersebut dalam kondisi sehat serta bebas dari Hama Penyakit Ikan (HPI) maupun Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Adrian menambahkan, “Kami akan selalu bersinergi dengan stakeholder terkait di perbatasan untuk mendukung akselerasi ekspor komoditas unggulan yang sehat dan berkualitas. Lewat integrasi sistem pelayanan dan digitalisasi pelayanan yang telah terbangun dengan baik di PLBN Badau, mari kita dorong komoditas unggulan Kapuas Hulu untuk terus bersaing di pasar internasional.”
Pada awal tahun 2026 ini, lalu lintas orang dan barang di PLBN Badau terpantau padat dan lancar, secara bergantian menggerakkan roda perekonomian di kawasan perbatasan tersebut.






