Tren

Juventus Percepat Negosiasi Kontrak Jangka Panjang Luciano Spalletti di Tengah Performa Menjanjikan Tim

Manajemen Juventus bergerak cepat untuk mengamankan jasa pelatih Luciano Spalletti dengan kontrak jangka panjang. Keputusan ini diambil hanya dalam waktu lebih dari dua bulan sejak Spalletti tiba di Turin pada Oktober 2025, menggantikan Igor Tudor yang sebelumnya memimpin tim.

Pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano, mengonfirmasi bahwa Si Nyonya Tua telah memulai diskusi intensif mengenai kesepakatan baru. Kontrak Spalletti saat ini hanya berlaku hingga akhir musim, dengan klausul perpanjangan otomatis jika Juventus berhasil finis di empat besar Serie A dan lolos ke Liga Champions.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Namun, menurut Mureks, manajemen Juventus tidak ingin menunggu hingga akhir musim. Mereka bertekad mempertahankan pelatih berusia 66 tahun itu terlepas dari hasil akhir musim ini, demi mengakhiri siklus pergantian manajer yang kerap terjadi dalam beberapa tahun terakhir di klub.

Romano: Diskusi Kontrak Spalletti Berlangsung Cepat

Melalui saluran YouTube pribadinya, Fabrizio Romano mengungkapkan, “Saya dapat memastikan bahwa perpanjangan kontrak Luciano Spalletti dengan Juventus sedang dibahas dengan sangat cepat di balik layar. Ada keharmonisan, kepuasan, dan antusiasme yang besar antara kedua belah pihak. Spalletti sangat senang dengan dampaknya di Juventus, yang dibuktikan dengan hasil dan umpan balik positif dari dalam tim.”

Jurnalis Italia itu menambahkan, “Waktu penandatanganan dan pengumuman bergantung pada Juventus, terutama karena Januari merupakan bulan yang sangat sibuk dengan bursa transfer dan jadwal yang padat. Namun, dalam hal niat, saya menegaskan bahwa Juve menginginkan dan telah memulai diskusi dengan Spalletti untuk mempersiapkan perpanjangan kontrak. Ada niat yang jelas untuk terus bekerja sama dengannya baik sekarang maupun di masa depan dengan kontrak yang lebih panjang.”

Langkah ini mencerminkan keyakinan Juventus bahwa mereka telah menemukan pemimpin sejati dan siap membangun dinasti baru yang stabil di Stadion Allianz setelah periode krisis yang melanda klub.

Spalletti Soroti Hasil Imbang Kontra Lecce

Di tengah kabar baik mengenai kontraknya, Luciano Spalletti juga membahas beberapa poin menarik dari hasil imbang 1-1 yang mengecewakan saat Juventus menjamu Lecce. Bianconeri sebenarnya mengawali tahun baru dengan catatan gemilang, meraih lima kemenangan beruntun di semua kompetisi.

Namun, tren positif tersebut terhenti pada hari Sabtu kemarin, setelah mereka gagal menaklukkan perlawanan sengit tim tamu di kandang sendiri. Juventus mendominasi jalannya laga pada babak pertama, namun kesulitan mengonversi peluang menjadi gol. Sebaliknya, Giallorossi (Lecce) justru berhasil memanfaatkan satu-satunya peluang mereka sesaat sebelum turun minum.

Setelah jeda, Weston McKennie berhasil menyamakan kedudukan bagi Si Nyonya Tua, namun gol tersebut hanya cukup untuk mengamankan satu poin. Dalam pertandingan ini, Spalletti menerapkan sistem 4-2-3-1, berbeda dari formasi 3-4-2-1 warisan Igor Tudor yang dipertahankan selama dua bulan terakhir. Ia merasa strategi baru ini membuahkan hasil, terlepas dari skor akhir.

“Senang bukanlah kata yang tepat. Sulit bagi saya untuk mengatakannya, tapi saya mencoba untuk tidak terpuruk oleh hasil yang terjadi. Kebahagiaan adalah sesuatu yang berbeda,” ujar pelatih berusia 66 tahun tersebut dalam konferensi pers pascapertandingan, seperti dilansir IlBianconero.

Ia melanjutkan, “Sepanjang karier kepelatihan saya, banyak hal telah terjadi, tetapi saya mencoba untuk tidak terpaku atau menyiksa diri sendiri dengan memikirkan hal itu secara terus-menerus, karena itu menyakitkan. Kemudian saya pulang dan mencoba menyiapkan latihan besok sebaik mungkin.”

“Jika Juventus bermain seperti ini di banyak pertandingan, dalam jangka panjang kami akan mendapatkan hasil yang layak kami dapatkan, di luar insiden yang merugikan kami dan membuat kami kehilangan poin hari ini,” tegas mantan pelatih Napoli itu.

Spalletti juga memberikan pujian khusus kepada Weston McKennie, yang fleksibilitasnya dinilai menjadi kunci dalam perubahan formasi tersebut. “Malam ini kami bermain dengan format 4-2-3-1, dan saya pikir itu akan membuat kalian semua senang (merujuk pada para jurnalis). Sebaliknya, kalian malah terlihat sedih. McKennie hari ini bermain sebagai gelandang serang dan ia mendapat apresiasi karena ia tahu bagaimana melakukan tugas tersebut dengan sangat baik. Di antara banyak perannya, ini adalah salah satu yang ia jalankan dengan paling maksimal.”

Mureks