Surabaya, Mureks – Persebaya Surabaya mengambil langkah strategis di awal tahun 2026 untuk merespons performa yang kurang stabil pada putaran pertama BRI Super League 2025/2026. Bajul Ijo resmi menunjuk Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala baru, sekaligus mendatangkan dua amunisi asing, Jefferson Silva dan Bruno Paraiba, untuk memperkuat skuad.
Pergantian Pelatih dan Proyek Jangka Panjang Tavares
Keputusan ini menyusul inkonsistensi yang berujung pada berakhirnya masa jabatan Eduardo Perez sebagai pelatih. Setelah sempat ditangani duet Uson Nawawi dan Shin Sang-gyu, manajemen Persebaya akhirnya memilih solusi jangka menengah yang telah lama dirancang dengan menunjuk Bernardo Tavares.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Penunjukan Tavares bukanlah keputusan reaktif. Mureks mencatat bahwa Persebaya telah lama memantau rekam jejak pelatih asal Portugal tersebut di sepak bola Indonesia, terutama saat ia berhasil membawa PSM Makassar menjuarai liga meskipun dihadapkan pada keterbatasan finansial dan skuad. Kehadirannya di sesi latihan Persebaya langsung membawa warna berbeda, dengan intensitas yang meningkat, detail taktik yang diperketat, dan penekanan pada disiplin.
“Kami menyambut pelatih baru dengan antusias. Latihannya sangat menuntut fokus dan kerja keras. Ini bagus untuk tim karena kami ingin terus berkembang,” ujar kapten Persebaya, Bruno Moreira, mengungkapkan antusiasme tim.
Dua Pemain Asing Baru Perkuat Lini Belakang dan Depan
Bernardo Tavares tidak datang sendirian. Ia membawa serta Paulo Duarte, yang selama ini menjadi tangan kanannya saat melatih PSM Makassar, untuk mengisi posisi asisten pelatih. Langkah berikutnya adalah memperkuat skuad dengan merekrut dua pemain asing.
- Jefferson Silva: Bek kiri asal Brasil ini didatangkan untuk menambah stabilitas dan kedalaman di lini belakang. Ia terakhir bermain untuk Operario Ferroviario Esporte Clube di Serie B Brasil.
- Bruno Paraiba: Penyerang anyar ini diharapkan mempertajam lini serang Persebaya. Bruno Paraiba memiliki pengalaman internasional, terakhir membela Cheonan City FC di K-League 2, kompetisi kasta kedua Korea Selatan.
Dengan kombinasi pelatih baru yang memiliki rekam jejak terbukti dan dua pemain asing yang membawa pengalaman dari liga berbeda, Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusan mereka untuk bangkit dan bersaing di papan atas BRI Super League 2025/2026. Ini adalah sinyal dimulainya fase baru yang penuh harapan bagi Bajul Ijo.
Referensi penulisan: www.bola.net






