Sebuah institusi pendidikan di pinggiran Paris, Prancis, Sciences Po Saint-Germain, menawarkan program unik yang menggabungkan mahasiswa umum dengan anggota aktif dinas intelijen Prancis. Kampus ini, dengan bangunan awal abad ke-20 yang terkesan suram dan gerbang logam besar, disebut-sebut memiliki nuansa yang sangat tenang, cocok untuk latar pelatihan agen.
Diploma Intelijen dan Ancaman Global
Program khusus ini dikenal sebagai Diplôme sur le Renseignement et les Menaces Globales, atau Diploma Intelijen dan Ancaman Global. Kurikulumnya dikembangkan oleh Sciences Po Saint-Germain bekerja sama dengan Academie du Renseignement, sebuah lembaga pelatihan resmi dari dinas intelijen Prancis.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Mureks mencatat bahwa keberadaan kursus ini bermula dari permintaan otoritas Prancis sekitar satu dekade lalu. Setelah serangkaian serangan teroris di Paris pada tahun 2015, pemerintah Prancis melakukan perekrutan besar-besaran di dalam badan-badan intelijen. Sciences Po Saint-Germain, sebagai salah satu kampus terkemuka, kemudian diminta untuk merancang kurikulum baru untuk melatih calon mata-mata serta memberikan pelatihan berkelanjutan bagi agen yang sudah bertugas.
Identitas Rahasia di Kelas
Keunikan program ini terletak pada komposisi mahasiswanya. Kelas diisi oleh mahasiswa berusia 20-an tahun bersama dengan anggota dinas intelijen aktif yang berusia antara 35 hingga 50 tahun. Profesor Sciences Po Saint-Germain, Xavier Crettiez, mengakui bahwa ia seringkali tidak mengetahui identitas asli para mahasiswanya yang berasal dari dinas intelijen.
“Saya jarang mengetahui latar belakang agen intelijen ketika mereka dikirim mengikuti pelatihan, dan saya ragu nama-nama yang diberikan kepada saya itu asli,” kata Crettiez, seperti dikutip dari situs BBC, Jumat, 9 Januari 2026.
Minat Perusahaan dan Struktur Kursus
Tidak hanya dinas intelijen, perusahaan-perusahaan besar di Prancis juga menunjukkan minat yang signifikan. Mereka tidak hanya mengirimkan staf keamanan untuk mengikuti kursus ini tetapi juga aktif merekrut banyak lulusan muda dari program tersebut.
Diploma ini terdiri dari 120 jam pembelajaran di kelas, dengan modul yang tersebar selama empat bulan. Untuk mahasiswa eksternal, termasuk para agen intelijen dan mereka yang menjalani magang dari perusahaan, biaya program ini mencapai Rp97,6 juta (setara 5 ribu Euro).
Tujuan utama dari kursus ini adalah untuk membekali peserta dengan kemampuan mengidentifikasi ancaman di mana pun mereka berada, serta cara melacak dan mengatasinya. Topik-topik utama yang dibahas meliputi ekonomi kejahatan terorganisir, jihadisme Islam, pengumpulan intelijen bisnis, dan kekerasan politik.






