Tren

Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan Demonstran Agar Tak Berkolaborasi dengan Asing di Tengah Gelombang Protes

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Jumat (9/1) memperingatkan para demonstran di negaranya untuk tidak menjalin “kolaborasi dengan pihak asing”. Peringatan ini disampaikan di tengah gelombang protes yang terus melanda Iran sejak akhir Desember 2025.

Dalam pidato publiknya, Khamenei secara tegas menyatakan, “Saya tidak bisa menoleransi kolaborasi dengan pihak asing.” Ia menambahkan bahwa agen yang berkolaborasi dengan pihak asing “akan segera ditolak oleh rakyat Iran dan oleh rezim Iran.”

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Khamenei juga mengecam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menuduhnya memiliki tangan yang “berlumuran darah rakyat Iran” namun tetap mengklaim berada di pihak masyarakat. Menurut Khamenei, Trump bersikap tidak bertanggung jawab dan tidak peduli terhadap warga sipil. “Mereka, para demonstran itu, bisa saja mempercayainya. Mereka membakar tempat sampah hanya untuk menyenangkannya,” ujarnya.

Latar Belakang Protes dan Ketegangan

Gelombang demonstrasi di Iran dipicu oleh keluhan ekonomi dan sosial yang memburuk. Aksi protes ini bermula pada 28 Desember 2025 di Grand Bazaar Teheran, menyusul anjloknya nilai tukar rial Iran dan kondisi ekonomi yang memburuk, sebelum kemudian menyebar ke sejumlah kota lain di seluruh negeri.

Mureks merangkum, ketegangan di Iran semakin meningkat dengan terus berlangsungnya demonstrasi. Otoritas Iran belum merilis angka korban resmi. Namun, Human Rights Activists News Agency melaporkan pada hari ke-12 kerusuhan bahwa setidaknya 42 orang tewas, termasuk delapan personel keamanan. Selain itu, puluhan lainnya luka-luka, serta 2.277 orang ditangkap.

Ancaman AS dan Seruan Persatuan

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Kamis (8/1) telah melontarkan peringatan keras kepada Iran. Trump menyatakan bahwa AS akan menyerang Iran “sangat keras” jika negara tersebut mulai membunuh para demonstran. “Jika mereka mulai membunuh pengunjuk rasa, yang cenderung mereka lakukan selama kerusuhan, dan mereka sering mengalami kerusuhan, jika itu terjadi, kami akan menghajar mereka dengan sangat keras,” kata Trump dalam wawancara dengan Hugh Hewitt Show.

Ia menambahkan bahwa Iran telah diperingatkan dengan sangat tegas mengenai konsekuensi berat jika tindakan tersebut dilakukan. Menanggapi situasi ini, Khamenei menyerukan masyarakat Iran untuk menjaga kesiapsiagaan dan persatuan, menegaskan bahwa bangsa Iran akan mampu mengatasi setiap musuh.

Mureks