Harga emas dunia ditutup melonjak pada perdagangan Jumat (9/1/2026), mendekati rekor tertinggi sepanjang masa setelah mencatat kenaikan signifikan sepanjang pekan. Logam mulia ini kini berada di level US$ 4.510,61 per troy ons.
Kenaikan pada penutupan perdagangan kemarin mencapai 0,72% dari hari sebelumnya, menjadikannya level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Secara point-to-point, harga emas telah menanjak 4,12% sepanjang minggu ini.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Pemicu utama lonjakan harga emas adalah data ketenagakerjaan terbaru dari Amerika Serikat (AS) yang dirilis oleh US Bureau of Labor Statistics. Data tersebut menunjukkan penciptaan lapangan kerja non-pertanian (non-farm payroll) pada Desember 2025 hanya mencapai 56.000.
Angka ini jauh di bawah ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan penambahan 60.000 lapangan kerja. Data yang lebih lemah dari perkiraan ini seringkali diinterpretasikan sebagai sinyal potensi pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral, yang cenderung mendukung harga emas.
Dengan level saat ini, harga emas dunia hanya terpaut tipis dari rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat pada 26 Desember tahun lalu, yakni US$ 4.531,5 per troy ons. Catatan Mureks menunjukkan, investor kini memantau ketat perkembangan ekonomi global untuk potensi pergerakan harga selanjutnya.
Perbandingan Harga Emas
Berikut adalah perbandingan harga emas di pasar spot:
| Tanggal | Harga (US$/troy ons) | Perubahan Harian |
|---|---|---|
| 8 Januari 2026 | 4.478,75 | – |
| 9 Januari 2026 | 4.510,61 | +0,72% |
Kenaikan ini menempatkan emas sebagai aset yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi, mendorong pertanyaan bagi investor apakah ini saat yang tepat untuk menjual atau justru menambah portofolio emas mereka.






