Medan ekstrem gurun pasir Arab Saudi kembali menjadi saksi ketangguhan rekayasa mesin Jepang. Memasuki hari ketiga penyelenggaraan Dakar Rally 2026 pada Kamis, 08 Januari 2026, Hino Team Sugawara yang mengandalkan truk medium-duty HINO 600 Series mulai menunjukkan tajinya dengan menembus jajaran 10 besar klasemen sementara kategori truk.
Sebagai satu-satunya perwakilan pabrikan asal Asia di kelas truk, partisipasi ke-35 Hino dalam reli paling mematikan di dunia ini bukan sekadar mengejar trofi. Ajang ini menjadi laboratorium hidup bagi Hino Motors Ltd. untuk menguji filosofi QDR (Quality, Durability, Reliability) di bawah tekanan lingkungan yang paling brutal.
Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Uji Ketahanan di Special Stage Yanbu
Pada tahapan kompetisi penuh di sekitar wilayah Yanbu, tim yang dipimpin oleh pembalap utama sekaligus Team Director, Teruhito Sugawara, harus melahap Special Stage (SS) sepanjang 305 km. Medan yang didominasi kerikil berat dan bebatuan besar di paruh pertama lintasan menjadi ujian nyata bagi sistem suspensi dan durabilitas ban.
Berkat optimasi pada sektor suspensi, HINO 600 Series mampu bermanuver dengan stabil tanpa mengalami kendala mekanis maupun pecah ban. Performa apik ini membawa tim yang diperkuat navigator Hirokazu Somemiya dan mekanik Yuji Mochizuki melesat dari posisi ke-13 hasil prolog menjadi peringkat ke-9 di kelas truk.
“Kami memulai reli ini dengan fokus penuh dan semangat sebagai satu kesatuan tim. Ritme stabil terus kami jaga di berbagai permukaan lintasan yang menantang,” ujar Teruhito Sugawara penuh optimisme.
Strategi Mesin Medium-Duty Hino
Berbeda dengan kompetitor Eropa yang sering menggunakan mesin berkapasitas raksasa, Hino secara strategis tetap mempertahankan mesin inline enam silinder berkapasitas 8.866 cc. Pilihan ini membuktikan bahwa truk medium-duty dengan manajemen tenaga yang tepat mampu bersaing dengan truk-truk heavy-duty di medan berat.
Teknologi yang diuji di Dakar ini merupakan basis pengembangan yang nantinya akan diterapkan pada armada logistik Hino di seluruh dunia. Dengan total rute mencapai 8.000 km yang membentang dari Yanbu hingga Al-Ula, ketahanan mesin menjadi kunci utama agar bisa mencapai garis finis yang dijadwalkan pada 17 Januari mendatang.
Mureks mencatat bahwa Hino mencatatkan sejarah sebagai pabrikan truk Jepang pertama yang berani terjun di ajang Dakar Rally. Selama lebih dari 30 tahun, tim ini memiliki catatan impresif dengan selalu berhasil mencapai garis finis secara berturut-turut.
Tantangan Berikutnya Menuju Al-Ula
Etape berikutnya akan menjadi tantangan yang lebih berat. Tim harus bergerak menuju Al-Ula dengan tantangan medan berbukit dan padang pasir terbuka yang lebih luas sepanjang 400 km. Kecepatan dan navigasi presisi akan menjadi penentu apakah Hino mampu terus merangsek ke posisi podium dalam kompetisi yang menempuh ribuan kilometer melalui jantung Arab Saudi tersebut.
Referensi penulisan: id.mashable.com






