JAKARTA – Layanan kereta api dengan skema Public Service Obligation (PSO) berhasil mengangkut 1.103.379 pelanggan selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Angka ini menunjukkan peran krusial pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam memastikan akses transportasi yang terjangkau bagi masyarakat.
Data yang dihimpun Mureks pada Rabu (07/01/2026) menunjukkan bahwa jumlah pelanggan PSO tersebut terbagi menjadi 676.149 penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) PSO dan 427.230 penumpang Kereta Api Lokal PSO. Kedua kategori ini mencatat peningkatan signifikan dibandingkan periode Nataru 2024/2025.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Komitmen Pemerintah Jaga Mobilitas
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa layanan PSO merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menyediakan transportasi publik yang merata dan terjangkau.
“Melalui skema PSO, pemerintah melalui KAI hadir memastikan masyarakat tetap dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan terjangkau, khususnya pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Nataru,” ujar Anne.
Secara keseluruhan, KAI melayani total 4.179.095 pelanggan selama Nataru 2025/2026, tumbuh 12,02 persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 3.730.584 pelanggan. Dari jumlah tersebut, layanan kereta api jarak jauh melayani 3.392.439 pelanggan atau setara 122,9 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk, sementara kereta api lokal melayani 786.656 pelanggan atau 105,6 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.
Tingginya tingkat keterisian ini, khususnya pada kereta api lokal, dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis dengan karakteristik naik-turun penumpang di banyak stasiun.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Tingginya pergerakan masyarakat selama Nataru tidak hanya untuk silaturahmi, tetapi juga mendorong aktivitas perjalanan wisata serta perputaran ekonomi di berbagai daerah. Kehadiran layanan kereta api terjangkau melalui PSO menjadi penopang penting bagi sektor pariwisata, transportasi lanjutan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar stasiun.
Kinerja Operasional dan Diskon Tarif
Dari sisi operasional, KAI berhasil menjaga kinerja perjalanan kereta api dengan baik. Selama 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, On Time Performance (OTP) kereta api penumpang mencatat ketepatan waktu keberangkatan 99,68 persen dan ketepatan waktu kedatangan 96,13 persen. Capaian ini menunjukkan kesiapan operasional KAI dalam menghadapi lonjakan volume perjalanan.
Selain itu, KAI juga memberlakukan diskon tarif 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial. Diskon ini berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan. Hingga 5 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, tiket diskon yang terjual bahkan mencapai 1.524.487 tiket atau 102 persen dari kuota.
“Kebijakan tarif terjangkau ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendorong mobilitas yang produktif selama periode liburan,” jelas Anne.
Komitmen Berkelanjutan
Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Hal ini bertujuan untuk memastikan layanan kereta api PSO tetap berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Kereta api PSO bukan sekadar layanan transportasi, tetapi bagian dari kehadiran negara dalam menjaga konektivitas, pemerataan akses, dan pergerakan ekonomi masyarakat. KAI berkomitmen menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” tutup Anne.
Referensi penulisan: koran-jakarta.com






