Pereli kebanggaan Indonesia, Julian Johan, berhasil menorehkan prestasi awal yang membanggakan di ajang Rally Dakar 2026. Pada Special Stage (SS) pertama yang digelar Senin, 05 Januari 2026, Julian sukses menempati posisi keenam di kelas H2 setelah melintasi rute sejauh 365 kilometer yang penuh tantangan.
Perjalanan di hari pertama kompetisi reli paling ganas di dunia itu tidaklah mudah. Meskipun mobilnya telah dirancang khusus untuk menghadapi berbagai rintangan, Julian Johan mengakui bahwa rute yang dilalui terbilang sangat berat. Salah satu faktor yang memperparah tantangan adalah kebiasaan mengemudi, mengingat posisi setir mobil yang digunakannya berada di sebelah kiri, berbeda dengan sistem kemudi kanan yang umum di Indonesia.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
“Jadi sering kali saya jalannya terlalu ke kanan. Alhasil sempat menabrak batu jalan sehingga harus ganti ban kanan belakang,” ungkap Julian Johan melalui akun Instagram pribadinya, menggambarkan insiden yang sempat menghambat lajunya.
Tak hanya itu, Julian juga nyaris mengalami kecelakaan serius saat melintasi gurun pasir. Kondisi rute yang sulit diprediksi dan perubahan elevasi yang ekstrem membuat konsentrasi ekstra sangat dibutuhkan. “Tadi sempat seperti akan jatuh saat menuruni gurun pasir karena posisinya hampir tegak lurus,” tambahnya, menceritakan momen mendebarkan tersebut.
Julian Johan sendiri resmi berpartisipasi dalam Rally Dakar 2026 sebagai pengemudi, didampingi oleh navigator asal Prancis, Mathieu Monplaisi. Ia mengusung misi penting untuk menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil menyelesaikan seluruh etape Rally Dakar. Sebuah pencapaian yang, menurut Mureks, tidaklah mudah mengingat reputasi balapan ini sebagai ajang yang sangat berat, membutuhkan biaya besar, keberanian, dan kenekatan untuk bisa berkompetisi.
“Memang Rally Dakar ini semuanya baru bagi saya. Mulai dari mobil, kemudian cuaca serta iklim yang harus dilalui,” kata Julian Johan, yang akrab disapa Jeje, menyoroti adaptasi besar yang harus ia lakukan.
Untuk menghadapi medan yang ekstrem, Jeje telah melakukan berbagai persiapan intensif, termasuk melatih cara mengemudi di permukaan pasir yang berbeda dengan kondisi di Indonesia. Selain Julian Johan, Indonesia juga memiliki perwakilan lain, yakni Shammie Zacky Baridwan, yang berkompetisi di kelas H1 Classic. Shammie juga menyatakan optimisme untuk dapat menyelesaikan setiap etape tanpa masalah dan meraih hasil positif.






