Keuangan

Investor Asing Borong Saham Rp 2,5 Triliun Jelang Akhir Tahun, Sektor Tambang Jadi Incaran Utama

Rabu, 24 Desember 2025, investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp2,5 triliun di seluruh pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan sesi I. Mayoritas transaksi tersebut diperkirakan terjadi di pasar negosiasi.

Hingga separuh jalan perdagangan hari ini, nilai pembelian saham oleh investor asing mencapai Rp4,7 triliun. Angka ini jauh melampaui nilai penjualan yang tercatat sebesar Rp2,2 triliun, menunjukkan minat beli yang signifikan menjelang akhir tahun.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Saham-saham dari sektor tambang dan komoditas menjadi fokus utama pembelian asing. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memimpin daftar saham yang paling banyak diborong dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp133 miliar. Selain itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga menarik minat asing dengan pembelian sekitar Rp37,5 miliar, didorong oleh sentimen positif di sektor nikel. PT Timah Tbk (TINS), yang juga bergerak di sektor pertambangan, mencatatkan nilai beli asing sekitar Rp31,7 miliar.

Di luar sektor komoditas, investor asing turut membidik saham-saham dari konglomerasi dan perbankan. PT Astra International Tbk (ASII) mencatat pembelian asing sekitar Rp52,6 miliar. Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga menjadi sasaran aksi beli bersih investor asing dengan nilai sekitar Rp17,7 miliar.

Kendati demikian, investor asing juga melakukan aksi ambil untung pada sejumlah saham, terutama di sektor perbankan dan energi. PT Dewa United Tractors Tbk (DEWA) menjadi saham dengan nilai jual asing terbesar, mencapai sekitar Rp73 miliar. Disusul oleh PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang dilepas asing dengan nilai sekitar Rp58,9 miliar.

Saham-saham bank besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tidak luput dari tekanan jual asing. Masing-masing mencatatkan aksi jual asing sekitar Rp50,7 miliar dan Rp50 miliar pada sesi I perdagangan hari ini.

Mureks